JAKARTA – Manajer Tim Yamaha MotoGP, Paolo Pavesio, menegaskan pentingnya mempertahankan siklus aturan lima tahun pada kejuaraan MotGP, yang dianggapnya sebagai “syarat minimum” untuk keberlanjutan olahraga tersebut. Pavesio mengungkapkan perbedaan siklus regulasi antara MotoGP dan Formula 1 yang dikelola oleh Liberty Media.
MotoGP saat ini beroperasi dengan siklus lima tahun, yang memberikan kestabilan dalam regulasi teknis dan kontrak tim, diharapkan bisa menekan biaya pengembangan. Namun, meskipun demikian, kemajuan teknologi seperti perangkat aerodinamika dan ride-height dalam beberapa tahun terakhir tetap memengaruhi biaya dan kualitas balapan.
“Pada akhirnya, jika Anda mempertimbangkan semua pihak yang terlibat dalam membangun pertunjukan ini, pihak yang paling banyak berinvestasi adalah para pabrikan,” kata Pavesio. “Jadi, aturan yang stabil merupakan fondasi yang dibutuhkan untuk terus berinvestasi dan membangun pertunjukan ini.”
Pavesio juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas regulasi untuk memungkinkan investasi jangka panjang, yang dibutuhkan untuk memastikan perkembangan MotoGP. Sementara F1 melakukan perombakan besar pada tahun 2022 dengan aturan ground effect dan memiliki siklus regulasi yang berbeda, MotoGP akan melakukan pengaturan ulang untuk melarang perangkat ride-height dan teknologi aerodinamika baru pada siklus aturan berikutnya pada 2027.
Pavesio menambahkan, “Kami telah menjalin kerja sama dengan MSMA untuk menyempurnakan aturan. Namun, saya pikir platform lima tahun, setidaknya bagi Yamaha, adalah syarat minimum untuk mencapai keberlanjutan investasi.”
Dia juga menegaskan bahwa meski terdapat kesamaan antara F1 dan MotoGP dalam hal aturan, anggaran yang tersedia untuk mobil dan sepeda motor sangat berbeda, yang membuat pendekatan dalam mengelola regulasi harus disesuaikan.
Pavesio berharap tidak akan ada perubahan regulasi yang terlalu cepat, mengingat pentingnya kestabilan bagi pabrikan dan keberlanjutan investasi di masa depan.