SEOUL – Dunia politik Korea Selatan kembali terguncang. Kim Keon Hee, istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol, resmi ditahan aparat setelah menghadapi sidang maraton selama empat jam di Pengadilan Seoul.
Kasus ini menyeret nama Kim dalam dugaan manipulasi harga saham dan penerimaan suap bernilai fantastis.
Meski Kim membantah seluruh tuduhan, majelis hakim memutuskan tetap mengeluarkan surat perintah penahanan.
Pertimbangan utama adalah adanya risiko penghilangan barang bukti.
Keputusan ini menjadi catatan sejarah kelam politik Korea Selatan—untuk pertama kalinya, mantan presiden dan mantan ibu negara sama-sama mendekam di balik jeruji besi.
Yoon Suk Yeol sendiri telah lebih dulu mendekam di penjara sejak Januari 2025.
Ia tengah menjalani proses hukum terkait tuduhan percobaan kudeta militer yang gagal tahun lalu, peristiwa yang sempat melumpuhkan stabilitas politik Negeri Ginseng dan berujung pada pencopotannya dari kursi kepresidenan.
Mengutip laporan BBC News pada Rabu (13/8/2025), jaksa menyatakan Kim meraup keuntungan lebih dari 800 juta won—setara Rp9,3 miliar—melalui pengaturan harga saham perusahaan otomotif Deutsch Motors, dealer resmi BMW di Korea Selatan.
Meski transaksi tersebut terjadi sebelum Yoon menjabat, skandal itu terus membayangi masa kepemimpinannya.
Selain itu, Kim juga diduga menerima dua tas Chanel dan satu kalung berlian dari Gereja Unifikasi yang kerap menuai kontroversi.
Pemberian barang mewah itu disebut sebagai imbalan atas bantuan bisnis.
Dugaan pelanggaran hukum semakin meluas setelah Kim dituduh ikut mengatur pencalonan kandidat pada pemilu sela 2022 dan pemilu umum 2024.
Dalam persidangan, Kim hadir secara langsung dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Saya meminta maaf kepada publik karena telah menimbulkan masalah,” ujarnya singkat di hadapan awak media.***