JAKARTA – Marc Marquez kembali mencatatkan rekor impresif di ajang MotoGP 2025 setelah menuntaskan seri Hungaria dengan kemenangan beruntun ketujuhnya.
Pebalap Ducati berusia 32 tahun itu tampil dominan di Sirkuit Balaton Park, Minggu (24/8/2025), dengan menyapu bersih kemenangan sprint race maupun balapan utama.
Balapan sempat berlangsung dramatis ketika Marquez yang start dari pole position tergeser ke urutan ketiga akibat insiden di tikungan awal.
Namun pengalaman dan ketenangannya membuat juara dunia delapan kali itu kembali memimpin, hingga akhirnya menyentuh garis finis lebih dulu dengan ritme balap yang konsisten.
“Ketika saya melihat Marco ada di dalam, saya harus mengerem dan melebar. Kemudian saya mulai menyerang, ritme saya sangat bagus,” ujar Marquez, dikutip dari BBC, Senin (25/8/2025).
Di belakangnya, Pedro Acosta dari KTM harus puas finis kedua, sementara Marco Bezzecchi memperpanjang catatan positif bersama Aprilia dengan podium ketiga sekaligus raihan tiga podium beruntun pertama dalam kariernya.
Sementara itu, Alex Marquez dari Gresini Racing mengalami kecelakaan di lap kedua sehingga terlempar ke posisi 14. Juara bertahan, Jorge Martin, hanya mampu finis di urutan keempat.
Kemenangan di Hungaria ini menjadi capaian penting karena untuk pertama kalinya sejak 2014 Marquez kembali meraih tujuh kemenangan berturut-turut.
Kala itu, ia bahkan menorehkan sepuluh kemenangan beruntun dalam perjalanan menuju gelar dunia keduanya.
Tambahan 23 poin penuh dari Balaton Park memperlebar jarak Marquez di puncak klasemen MotoGP 2025.
Ia kini unggul 175 poin dari Alex Marquez yang masih bertahan di peringkat kedua. Dengan delapan seri tersisa, peluang Marquez untuk mengamankan gelar dunia kesembilannya semakin terbuka lebar.
Spekulasi bahwa gelar MotoGP 2025 bisa dikunci lebih cepat di San Marino kian menguat.
Syaratnya, Marquez hanya perlu menjaga jarak 47 poin dari adiknya usai balapan di Misano. Namun ia menegaskan tidak ingin mengorbankan peluang sang adik.
“Tapi saya berharap kesempatan pertama saya datang di Indonesia atau Jepang. Jika di Misano, artinya adik saya gagal di Barcelona, dan saya menginginkan yang terbaik untuknya,” kata Marquez.
Saat ini, hanya Alex yang konsisten menempel perolehan poin Marquez. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, justru tercecer dengan selisih 52 poin dari Alex dan masih kesulitan menjaga stabilitas performa.
Dengan performa yang kian mengilap, Marc Marquez semakin dekat dengan rekor bersejarah lain dalam kariernya.
Publik MotoGP kini menunggu apakah ia mampu mengunci gelar dunia kesembilannya lebih cepat dari perkiraan.***