JAKARTA – Paulus Oki (58) warga Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) terluka akibat tembakan dalam bentrokan berdarah di perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Insiden ini memicu desakan Komisi I DPR RI agar pemerintah pusat segera melakukan diplomasi untuk menyelesaikan konflik tapal batas yang terus berulang.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, mengecam keras insiden tersebut dan menyuarakan keprihatinan atas nasib warga sipil yang menjadi korban. “Pemerintah pusat harus segera turun tangan. Sengketa batas wilayah ini harus diselesaikan secara tuntas melalui jalur diplomasi dua negara. Jangan sampai konflik berkepanjangan terus menelan korban dari masyarakat sipil,” tegasnya di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Konflik di wilayah perbatasan TTU bukanlah yang pertama. Ketegangan antara warga Indonesia dan Timor Leste kerap terjadi akibat sengketa batas wilayah yang belum tuntas. Oleh Soleh menekankan perlunya solusi permanen melalui perundingan bilateral antara Jakarta dan Dili untuk menciptakan batas wilayah yang jelas dan mengikat.
Selain mendorong diplomasi, legislator asal Jawa Barat ini juga meminta pemerintah memperkuat keamanan di kawasan perbatasan.
Ia menyoroti pentingnya penguatan pos TNI dan koordinasi dengan aparat keamanan lokal untuk melindungi warga. “Masyarakat perbatasan adalah garda terdepan NKRI. Negara wajib memastikan keselamatan dan keamanan mereka, baik melalui penguatan pos TNI maupun koordinasi intensif dengan aparat keamanan setempat,” ujar Soleh.
Komisi I DPR berkomitmen mengawal isu ini dengan ketat. Mereka mendorong Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk segera membuka dialog dengan pemerintah Timor Leste.
“Hubungan baik Indonesia dan Timor Leste harus dijaga, namun kepastian batas wilayah dan keamanan warga kita adalah prioritas utama,” tutupnya.
Konflik perbatasan ini menjadi pengingat urgensi penyelesaian sengketa wilayah secara diplomatis demi mencegah eskalasi dan korban lebih lanjut.