JAKARTA – Kementerian Pertanian menegaskan kesiapan menghadapi lonjakan harga pakan ternak melalui serangkaian langkah antisipatif yang bertujuan melindungi peternak nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Agung Suganda menyampaikan bahwa koordinasi strategis telah dilakukan untuk menjaga ketersediaan jagung sebagai bahan baku utama pakan unggas.
“Sejumlah langkah antisipatif sudah disiapkan mulai dari imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga mempertemukan kelompok tani dengan pemasok jagung,” kata Agung di Jakarta, Minggu.
Fokus pemerintah terhadap pasokan jagung kembali meningkat seiring kenaikan harga di beberapa sentra produksi, yang berpotensi memberatkan peternak, mulai dari usaha kecil hingga besar.
Kementan menekankan pentingnya stabilitas pasokan agar biaya produksi pakan tidak meroket dan masyarakat tetap memiliki akses protein hewani dengan harga terjangkau.
Kementan aktif berkoordinasi lintas lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional, untuk memastikan distribusi jagung tetap lancar.
Kolaborasi ini diperkuat dengan Satgas Pangan guna mencegah praktik penimbunan oleh pedagang nakal yang merugikan peternak.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, dan pelaku usaha pakan dilakukan untuk merumuskan solusi terpadu menghadapi lonjakan harga di lapangan.
Agung menekankan bahwa keberhasilan stabilisasi harga bergantung pada sinergi semua pihak: petani jagung, produsen pakan, dan peternak unggas.
Ia menegaskan, “Swasembada pangan yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hanya dapat terwujud jika seluruh elemen kompak serta berkomitmen menjaga kestabilan harga dan pasokan jagung nasional.”
Selain itu, kesejahteraan peternak dan akses masyarakat terhadap protein hewani terjangkau tetap menjadi prioritas Kementan, sejalan dengan visi ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa aspirasi peternak telah ditindaklanjuti melalui program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) jagung.
“Saya minta teman-teman peternak untuk bersabar. Semua keluhan sudah ditindaklanjuti dan direspons. Tidak ada yang instan, semua melalui proses sesuai aturan. Jadi mari kita kawal bersama agar kondisi tetap kondusif,” kata Ketut.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas yang dirilis Minggu pukul 13.40 WIB, harga jagung di tingkat konsumen tercatat Rp6.602 per kg, turun dari sebelumnya Rp6.623 per kg, sementara jagung pipilan kering di tingkat produsen naik menjadi Rp5.511 per kg dari Rp5.500 per kg.***