JAKARTA – Tujuh senjata api milik Polsek Matraman hilang dijarah saat demo ricuh di Jakarta Timur, memicu kekhawatiran penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, saat sekelompok demonstran menyerang sejumlah kantor polisi di wilayah Jakarta Timur.
Tidak hanya merusak fasilitas gedung dan kendaraan dinas, aksi tersebut juga berlanjut ke penjarahan aset penting seperti senjata api.
“Ya, betul (ada penjarahan senjata). Ada di Polsek Matraman, yang tentunya sudah kita lakukan penyelidikan, dan tentunya ada beberapa,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal,
Menurut penjelasan Alfian, dari tujuh senjata yang raib, dua di antaranya telah dikembalikan oleh warga setempat. Sisanya, sebanyak lima senjata, masih dalam upaya pencarian intensif.
Jenis senjata yang dimaksud adalah Ruger Mini, yang dikenal sebagai senjata laras panjang dengan daya jangkau cukup jauh. “Ruger Mini itu senjata laras panjang,” jelas Alfian.
Penyelidikan kasus ini kini berada di bawah wewenang Polda Metro Jaya untuk memastikan proses yang lebih komprehensif.
“Ada tujuh (senjata) dan yang sudah dikembalikan ada dua, dan sudah ditemukan juga. Mungkin lebih tepatnya nanti ditanyakan ke Polda. Yang saya tahu, yang dikembalikan oleh warga ada dua, yang hilang tujuh, jadi tinggal lima,” ujarnya.
Sebagai bagian dari respons cepat, Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka dari total 17 pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan dan perusakan. Di antara tersangka tersebut, empat orang masih di bawah umur, yang menambah kompleksitas penanganan hukum sesuai aturan perlindungan anak.
Insiden penjarahan senjata api ini menyoroti kerentanan fasilitas kepolisian selama situasi darurat seperti demonstrasi. Para ahli keamanan menilai bahwa kejadian serupa berpotensi mengancam stabilitas publik jika senjata tersebut jatuh ke tangan kelompok radikal atau kriminal.
Polda Metro Jaya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, termasuk peningkatan pengamanan di seluruh polsek.
Hingga kini, polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan senjata hilang untuk segera melapor.
