PARIS, PRANCIS – Gelombang kekhawatiran melanda ibu kota Prancis setelah ditemukannya sembilan kepala babi di depan sejumlah masjid di Paris dan pinggiran kota, memicu kecaman keras atas dugaan aksi kebencian anti-Islam yang kian meningkat.
Insiden ini, yang beberapa di antaranya melibatkan tulisan nama belakang Presiden Emmanuel Macron, telah memicu penyelidikan mendalam oleh otoritas kepolisian.
Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nunez, menyebut aksi tersebut sebagai “tercela” dalam konferensi pers pada Selasa (9/9).
“Kepala-kepala babi telah ditinggalkan di depan beberapa masjid… Empat di Paris dan lima di pinggiran kota,” ujar Nunez, seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak “menutup kemungkinan untuk menemukan lebih banyak lagi” temuan serupa.
Penyelidikan kepolisian kini terfokus pada dugaan penghasutan kebencian yang diperparah oleh diskriminasi rasial atau agama.
Kantor kejaksaan Paris mengungkapkan kepada AFP bahwa beberapa kepala babi ditemukan dengan tulisan nama belakang Macron menggunakan tinta biru, menambah kompleksitas kasus ini. Nunez juga menyinggung kemungkinan keterkaitan dengan “campur tangan asing” seperti insiden serupa di masa lalu, meski ia menekankan perlunya “kehati-hatian yang ekstrem” dalam penyelidikan.
Kecaman dari Berbagai Pihak
Aksi provokatif ini menuai respons keras dari berbagai kalangan. Presiden Macron, menurut pernyataan resmi kepresidenan, telah bertemu dengan perwakilan komunitas Muslim di Paris untuk menyampaikan “dukungannya” pasca-insiden.
Sementara itu, Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, mengecam tindakan tersebut sebagai “aksi rasis” dan memastikan otoritas kota telah mengambil langkah hukum. Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau juga menyebut insiden ini “keterlaluan” dan “sama sekali tidak dapat diterima”.
Imam Masjid Agung Paris, Chems-Eddine Hafiz, dengan tegas mengecam aksi tersebut sebagai “tahap baru dan menyedihkan dalam kebangkitan kebencian anti-Muslim”. Ia menyebut insiden ini sebagai wujud nyata Islamofobia yang kian meresahkan.
Kasus ini tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga mempertajam sorotan terhadap meningkatnya sentimen anti-Islam di Prancis.
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, otoritas berharap dapat mengungkap pelaku dan motif di balik aksi yang mengguncang komunitas Muslim di Paris ini.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang sambil terus memantau perkembangan situasi.
Insiden ini diprediksi akan memicu diskusi lebih luas tentang toleransi beragama dan keamanan komunitas minoritas di Prancis.
