JAKARTA – Chelsea harus puas dengan hasil imbang 2-2 saat bertandang ke markas Brentford di Community Stadium, Minggu (14/9/2025), dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026.
Meski gagal membawa pulang kemenangan, pelatih The Blues, Enzo Maresca, tetap menyoroti performa positif timnya, terutama di babak kedua.
Maestro taktik asal Italia itu menilai peningkatan permainan Chelsea pada paruh kedua sudah menunjukkan peluang nyata untuk menang, namun sayangnya gol terakhir Brentford di menit ketiga injury time membuat skor berakhir imbang.
“Kami mencetak gol di menit 86. Pada momen itu seharusnya kami memperlambat tempo dan mengendalikan permainan,” tegas Maresca seperti dikutip dari laman resmi klub.
Namun, kelengahan ini dimanfaatkan Brentford yang berhasil menyamakan kedudukan melalui Fabio Carvalho pada menit 90+3.
“Kami jauh lebih baik di babak kedua. Sayangnya kami kehilangan dua poin di menit akhir,” lanjut Maresca.
Chelsea sempat memimpin lewat gol Cole Palmer dan Moises Caicedo, namun Brentford memanfaatkan lemparan panjang ke kotak penalti untuk menyamakan kedudukan.
Enzo tetap optimistis dengan kualitas timnya, menekankan bahwa potensi mencetak gol tambahan seharusnya bisa dimanfaatkan lebih efektif.
“Kami bisa cetak dua atau tiga gol lagi,” ujarnya.
Titik Kelemahan
Maresca menyoroti titik kelemahan Chelsea pada menit-menit akhir, di mana manajemen tempo permainan kurang maksimal setelah gol kedua.
Brentford, menurutnya, menghadirkan ancaman nyata melalui bola-bola panjang ke area penalti, yang meski sebagian berhasil diantisipasi, tetap menimbulkan bahaya.
“Kami harus berurusan dengan bahaya mereka. Mereka sangat berbahaya di kotak enam yard,” jelasnya.
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Chelsea menjelang pertandingan berikutnya.
Maresca menegaskan bahwa pengalaman menghadapi situasi kritis seperti ini akan menjadi pelajaran berharga bagi skuad.
“Kami perlu belajar dari situasi ini,” ucapnya. Pelatih berambisi memperbaiki disiplin permainan dan fokus hingga menit terakhir agar hasil positif bisa lebih konsisten.***