JAKARTA – Keju, yang terbuat dari susu melalui proses koagulasi, memang menggugah selera dan sering dijadikan pelengkap berbagai hidangan. Namun, meski rasanya lezat, keju juga bisa membawa sejumlah bahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.
Berikut adalah 8 bahaya yang perlu diwaspadai ketika makan keju terlalu banyak:
- Meningkatkan Berat Badan
Keju kaya akan lemak dan kalori. Satu ons keju mengandung sekitar 100 kalori dan 8 gram lemak. Karena sifatnya yang tinggi kalori, mengonsumsi keju secara berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan yang signifikan seiring waktu. - Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Keju mengandung banyak natrium dan lemak jenuh yang berisiko meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Lemak jenuh, jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyumbat pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung. - Berisiko Menyebabkan Dehidrasi
Dengan kandungan natrium yang tinggi, keju bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Untuk mencegah dehidrasi, penting untuk memastikan asupan air putih tercukupi saat mengonsumsi keju. - Peningkatan Risiko Kanker
Konsumsi keju berlebihan, terutama yang berlemak tinggi, dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker kolorektal, prostat, dan payudara. Lemak jenuh dalam keju diyakini memengaruhi risiko ini. - Memicu Jerawat
Keju, yang terbuat dari susu, mengandung hormon seperti insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yang dapat merangsang produksi sebum dan menyebabkan jerawat. Bagi beberapa orang, mengonsumsi keju berlebihan bisa memperburuk kondisi kulit. - Menyebabkan Peradangan
Keju mengandung kasein, protein yang dapat memicu peradangan pada sebagian orang. Ini dapat berujung pada gangguan pencernaan, masalah kulit, hingga nyeri sendi, terutama bagi mereka yang sensitif atau alergi terhadap kasein. - Gangguan Pencernaan
Bagi individu yang tidak toleran terhadap laktosa, konsumsi keju dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung dan sembelit. Keju yang tinggi lemak dan rendah serat juga bisa memperlambat proses pencernaan dan mengakibatkan masalah lambung. - Risiko Tertular Listeria
Keju berbahan dasar susu tidak terpasteurisasi, seperti Brie, Camembert, dan Feta, berisiko mengandung bakteri Listeria. Infeksi listeria bisa berbahaya, terutama bagi ibu hamil, bayi, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Meskipun keju kaya akan nutrisi dan sangat nikmat, konsumsi berlebihan bisa mendatangkan dampak negatif. Untuk menjaga kesehatan tubuh, sebaiknya makan keju dalam porsi yang moderat dan pilih jenis keju yang lebih sehat jika memungkinkan.
