LISBON, PORTUGAL – Pemerintah Portugal mengonfirmasi rencana pengakuan resmi terhadap negara Palestina yang akan digelar pada Minggu (21/9/2025), hanya sehari setelah pengumuman ini.
Langkah ini diambil lebih cepat dari jadwal Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu depan, menandai kemajuan signifikan dalam dinamika geopolitik Timur Tengah.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Portugal pada Jumat (19/9/2025), deklarasi ini bertujuan memperkuat upaya perdamaian regional. Pengakuan tersebut akan menjadi momen krusial bagi Lisbon, yang selama ini mengadopsi sikap lebih konservatif dibandingkan tetangganya di Uni Eropa (UE).
Latar Belakang Keputusan Strategis
Pengumuman ini muncul setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, ke Inggris minggu ini. Dalam pernyataannya, Rangel menekankan bahwa Portugal telah mempertimbangkan langkah ini secara matang untuk menyelaraskan dengan mitra UE. “Menteri Luar Negeri Paulo Rangel telah mengatakan minggu ini bahwa Portugal sedang mempertimbangkan pengakuan negara Palestina saat berkunjung ke Inggris,” seperti dikutip dari sumber resmi pemerintah.
Berbeda dengan Spanyol, yang di bawah pemerintahan sayap kiri mengakui Palestina pada Mei 2024 bersamaan dengan Irlandia dan Norwegia, Portugal memilih pendekatan bertahap. Lisbon menunggu konsensus lebih luas di antara 27 negara anggota UE sebelum bergerak, meskipun hingga kini hanya sebagian kecil yang telah mengakui status negara Palestina.
Posisi Uni Eropa: Masih Terpecah
Saat ini, pengakuan terhadap Palestina di UE terbatas pada negara-negara bekas komunis, ditambah Swedia dan Siprus. Keputusan Portugal berpotensi menjadi katalisator bagi negara-negara lain, terutama di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk solusi dua negara di wilayah yang sedang dilanda konflik berkepanjangan.
Para analis internasional menilai langkah ini sebagai sinyal kuat dari Eropa Barat terhadap isu Palestina, yang bisa memengaruhi dinamika KTT PBB mendatang. Konferensi tersebut diharapkan membahas isu-isu kunci seperti hak asasi manusia dan stabilitas Timur TenDampak Global dan Harapan Perdamaian
Pengakuan ini tidak hanya memperkuat posisi diplomatik Portugal, tetapi juga menambah momentum global untuk pengakuan Palestina. Hingga kini, lebih dari 140 negara di dunia telah mengakui kedaulatan Palestina, meskipun tantangan seperti sengketa wilayah dan isu keamanan tetap menjadi hambatan utama.