JAKARTA – Masa tugas Masaki Yasushi sebagai Dubes Jepang untuk Indonesia akan resmi berakhir pada akhir pekan ini.
Menjelang kepulangannya, Yasushi menegaskan harapannya agar kerja sama bilateral Indonesia–Jepang tetap terjaga dan semakin diperkuat di masa mendatang.
Diplomat senior yang mulai bertugas di Jakarta sejak Desember 2023 itu menilai hubungan kedua negara sudah terjalin erat, terutama melalui berbagai proyek nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Salah satu wujudnya adalah pembangunan infrastruktur transportasi modern seperti Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, yang mendapat dukungan penuh dari Jepang.
Tak hanya itu, menurut Yasushi, negaranya juga berkontribusi dalam perbaikan layanan publik lain.
“Kami juga sedang berusaha meningkatkan sistem air bersih dan pembuangan limbah di Jakarta,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Jepang juga mendukung peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Lebih lanjut, Yasushi menekankan dua pilar utama kerja sama Jepang dengan Indonesia, yaitu pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan produksi material lokal.
“Mungkin tidak begitu mengesankan dibandingkan dengan investasi besar dalam infrastruktur besar dan sebagainya,” katanya.
Namun ia menilai kedua aspek itu merupakan kebutuhan nyata masyarakat Indonesia yang patut diteruskan oleh duta besar penggantinya.
Yasushi juga memahami jika arah kerja sama antarnegara bisa bergeser mengikuti kebutuhan.
Saat ini, menurutnya, isu pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi fokus yang perlu diprioritaskan.
“Kerja sama Indonesia dan Jepang telah berlangsung lama setelah perang dan itu akan terus berlanjut,” ucapnya.
Selain sektor pembangunan, Yasushi menilai interaksi antarmasyarakat menjadi kunci yang tidak kalah penting.
Ia berharap lebih banyak pertukaran lintas usia terjadi, baik melalui wisata, pendidikan, olahraga, maupun bisnis.
“Lebih banyak orang Jepang datang ke Indonesia atau sebaliknya, baik yang muda maupun tua,” ujarnya.
Selama menjabat, Yasushi telah menjelajahi sedikitnya 15 wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Papua.
Ia mengaku terkesan dengan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keberagaman kuliner Tanah Air. Bahkan, yang paling membuatnya kagum adalah harmoni sosial yang tercipta di tengah perbedaan masyarakat.
“Menurut saya, itulah salah satu keunggulan negara Anda,” ujar Dubes Yasushi.***