JAKARTA – Israel kembali menuai sorotan dunia setelah pasukannya menghentikan konvoi kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza, terdiri dari hampir 40 kapal dengan ratusan relawan internasional di dalamnya.
Militer Israel mengumumkan lebih dari 450 aktivis ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, yang berada di salah satu kapal.
Rekaman siaran langsung menunjukkan pasukan Israel bersenjata lengkap menaiki kapal dengan perlengkapan tempur malam, sementara para penumpang mengenakan pelampung dan mengangkat tangan sebagai tanda menyerah.
Sebuah video lain menampilkan Thunberg duduk di dek kapal dikelilingi tentara Israel, yang kemudian memicu protes di berbagai belahan dunia, dilaporkan Reuters, Jumat (3/10/2025).
Gelombang aksi solidaritas pecah di kota-kota besar Eropa, Karachi di Pakistan, Buenos Aires di Argentina, hingga Mexico City di Meksiko, dengan Italia bahkan mengumumkan seruan mogok kerja nasional sebagai bentuk kecaman.
Global Sumud Flotilla selaku penyelenggara menyatakan 450 relawan kini dalam penahanan Israel, sebagian dipindahkan ke kapal kargo besar sebelum dibawa ke daratan.
Namun, satu kapal bernama Marinette disebut masih “sailing strong” dan berhasil melanjutkan perjalanan sekitar 80 mil laut dari Gaza, hanya terpaut 10 mil dari titik operasi sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menuturkan bahwa para aktivis kemungkinan akan dideportasi awal pekan depan menggunakan penerbangan carter menuju negara asal mereka.
Otoritas Israel menegaskan semua tahanan telah dibawa ke pelabuhan Ashdod dalam kondisi sehat, sembari memperingatkan kapal terakhir yang bertahan tidak akan diizinkan mendekati zona konflik Gaza.***
