JAKARTA – Dalam sebuah perkembangan yang mengguncang dunia, tujuh sandera Israel berhasil dibebaskan dari Gaza dan kini telah menginjakkan kaki kembali di tanah air mereka. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi pembebasan kelompok pertama ini pada Senin (13/10/2025), menandai momen emosional dalam krisis penyanderaan yang telah berlangsung lama.
Menurut laporan Channel 12 Israel yang dikutip dari Sputnik, Senin (13/10/2025), kelompok kedua yang terdiri atas 13 sandera Israel juga telah diserahkan kepada perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Kini, Israel Defense Forces (IDF) memastikan bahwa tidak ada lagi sandera yang masih hidup di tangan Hamas. Proses selanjutnya akan melibatkan penyerahan jenazah para sandera yang telah meninggal dunia.
Tujuh sandera yang baru saja dibebaskan—Eitan Mor, Alon Ohel, Ziv Berman, Gali Berman, Guy Gilboa-Dalal, Omri Miran, dan Matan Angrest—tiba di titik penerimaan awal di wilayah selatan Israel. Mereka didampingi oleh personel Direktorat Tenaga Kerja IDF dan tim medis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan awal sebelum akhirnya berkumpul kembali dengan keluarga mereka. “Ini adalah momen haru bagi kami semua,” tulis IDF dalam pernyataan resminya.
Sementara itu, ICRC sedang menuju lokasi lain di Jalur Gaza bagian selatan untuk menerima lebih banyak sandera, sebagaimana diungkapkan oleh IDF. “Menurut informasi yang kami terima, Palang Merah sedang dalam perjalanan menuju titik pertemuan tambahan untuk menerima beberapa sandera lainnya,” jelas IDF.
Peristiwa ini menjadi titik terang di tengah ketegangan berkepanjangan, sekaligus mengundang perhatian dunia terhadap langkah-langkah diplomasi dan kemanusiaan yang terus berlangsung di kawasan tersebut.