JAKARTA – Berbeda dengan para legenda balap Australia seperti Wayne Gardner, Mick Doohan, dan Casey Stoner, pembalap asal Townsville, Jack Miller belum pernah mencicipi gelar juara dunia, bahkan belum sekalipun menang pada MotoGP Australia.
Meski begitu, tekad Miller tak pernah luntur. Pria yang akan berusia 30 tahun pada Januari mendatang itu telah menghabiskan separuh hidupnya mengejar mimpi yang lahir sejak pertama kali berkunjung ke Phillip Island pada 2009.
“Hari itu saya menyadari bahwa saya ingin menjadi bagian dari semua ini,” kata Miller mengenang awal perjalanannya di dunia balap, dilansir dari Motorsport, Kamis (16/10/2025).
Miller memulai kiprahnya di Kejuaraan Dunia 2011, turun di enam balapan kelas 125cc saat baru berusia 16 tahun. Ia lalu tampil penuh di Moto3 2012, menunjukkan bakat besar pada 2013, dan benar-benar bersinar pada 2014 bersama KTM di bawah bimbingan Aki Ajo, yang masih menjadi mentornya hingga kini.
Musim 2014 menjadi titik balik kariernya. Miller mencatat delapan pole position, enam kemenangan, dan 10 podium, namun harus puas menjadi runner-up Moto3, hanya kalah satu poin dari Alex Márquez. Persaingan antara keduanya pun berlanjut hingga kini.
Alih-alih naik ke Moto2 seperti kebanyakan pembalap muda lainnya, Miller langsung meloncat ke kelas utama MotoGP pada 2015 bersama Marc VDS Honda. Langkah berani itu sempat menuai kritik, namun ia membuktikan kemampuannya dengan meraih kemenangan sensasional di GP Belanda 2016 saat balapan diguyur hujan, menaklukkan Marc Márquez.
Kemenangan itu menjadi titik awal kepercayaan diri Miller. Setelah dua musim bersama Honda, ia bergabung dengan Pramac Ducati pada 2018 dan akhirnya ke tim resmi Ducati pada 2021. Dalam dua musim di tim pabrikan, Miller mengoleksi tiga kemenangan dan 12 podium, dengan posisi keempat klasemen dunia sebagai hasil terbaiknya.
Namun, meski tampil impresif di berbagai lintasan dunia, Miller belum pernah menang di Phillip Island, lintasan kebanggaannya. Prestasi terbaiknya di rumah sendiri adalah podium ketiga pada 2019, sementara dua kali finis kelima pada 2016 dan 2017.
Setelah bergabung dengan KTM pada 2023, performanya menurun dan kini kembali membela Pramac, yang bermitra dengan Yamaha. Musim 2025 menjadi tahun penuh tantangan bagi Miller. Setelah kecelakaan di Indonesia yang membuatnya finis terakhir, ia kini duduk di peringkat ke-18 klasemen sementara dengan hanya 60 poin.
Meski begitu, semangatnya untuk tampil di hadapan publik Australia tetap menyala.
“Saya sangat menantikan untuk pergi ke Phillip Island untuk mengendarai Yamaha,” ujar Miller. “Phillip Island adalah trek yang cocok untuk motor, dengan banyak tikungan cepat yang membantu Anda mempertahankan dan menambah kecepatan, jadi kami harus bisa melakukan pekerjaan dengan baik.”
Bagi Jack Miller, Phillip Island bukan sekadar sirkuit, melainkan tempat di mana mimpinya bermula — dan mungkin, suatu hari nanti, akan terwujud sempurna.