JAKARTA – Lando Norris mengungkapkan rasa terkejutnya bisa menempati posisi kedua pada kualifikasi Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat (F1 GP Amerika Serikat), mengingat ia merasa mobil McLaren-nya “sulit dikendalikan.”
Norris mengalami kesulitan sejak sesi Q1, di mana ia terpaksa membatalkan lap pertama setelah kehilangan waktu di sektor pertama dan melintir keluar dari Tikungan 9. Namun, meskipun harus menggunakan ban yang sama, lap berikutnya cukup untuk membawanya ke fase berikutnya, bahkan menempatkannya di baris terdepan bersama Max Verstappen.
Meskipun berada di posisi kedua, Norris masih tertinggal hampir 0,3 detik dari Verstappen, meskipun pembalap Red Bull itu tidak bisa mencatatkan waktu lebih baik di Q3 karena terbatasnya waktu.
Berbicara dengan Sky Sports, Norris mengatakan bahwa performa McLaren MCL39 miliknya terasa jauh dari optimal dalam kualifikasi kali ini. Ia mencatatkan waktu lebih lambat hampir setengah detik dibandingkan dengan kualifikasi Sprint pada Jumat, yang menurutnya disebabkan oleh perubahan kondisi lintasan yang lebih merugikan McLaren dibandingkan tim lainnya.
“Sangat sulit dikendarai, saya tidak tahu mengapa,” ujar Norris. “Sejak Q1, setiap lap yang kami lakukan, kami tertinggal sekitar 0,3 hingga 0,5 detik dari Max.”
Sempat Turun ke Posisi 11 pada Kualifikasi F1 GP Amerika Serikat
Norris bahkan sempat berada di posisi 11 dan 12 di Q1 dan hampir tersingkir, membuatnya merasa khawatir. “Kami benar-benar kesulitan hari ini. Mobil kami terasa sangat tidak stabil, dengan setiap gundukan dan tikungan yang sedikit berbeda,” tambahnya.
Namun, meski merasa terkejut dengan posisi P2, Norris menerima hasil tersebut dengan lapang dada. “Ini hampir terasa seperti kejutan untuk berada di P2, jadi saya akan menerimanya,” ungkapnya.
Mengenai persiapannya untuk balapan Minggu, Norris mengaku tidak berencana mengubah strategi start, meskipun ia mengingat insiden dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, di Sprint Race. Dengan Piastri start dari posisi keenam, Norris menekankan bahwa ia tetap fokus untuk meraih kemenangan.
“Saya ingin menang. Posisi kedua atau ketiga bukanlah tempat yang saya inginkan,” tegasnya. “Saya di sini untuk meraih kemenangan, dan akan berusaha sebaik mungkin untuk merebutnya.”