Lewis Hamilton harus menelan pil pahit di GP Miami 2026. Sang juara dunia tujuh kali itu mengaku terjebak di “tanah tak bertuan” (no-man’s land) sepanjang balapan setelah insiden di lap pertama merusak aerodinamika mobil Ferrari-nya secara signifikan.
Nasib buruk Hamilton dimulai saat ia harus menghindar lebar di Tikungan 2 untuk menghindari Max Verstappen yang melintir di depannya. Aksi penyelamatan ini justru membuatnya melorot dan terjebak di belakang pembalap Alpine, Franco Colapinto.
Benturan yang Menghancurkan Ritme
Upaya Hamilton untuk merebut kembali posisinya berujung petaka di Tikungan 11. Mobilnya bersenggolan dengan Colapinto, mengakibatkan kerusakan serius pada bagian lantai (floor) dan sidepod kanan Ferrari miliknya.
Hamilton finis di posisi ketujuh, meski kemudian naik satu tingkat ke posisi enam (P6) setelah rekan setimnya, Charles Leclerc, dijatuhi penalti berat. Namun, bagi Hamilton, balapan tersebut adalah perjuangan sia-sia.
“Saya kehilangan sekitar setengah detik downforce. Saya hanya berkendara tanpa arah yang jelas—mencoba meraih poin sebanyak mungkin dengan kondisi mobil yang rusak,” ungkap Hamilton kepada Crash.net.
Dari Percaya Diri Menjadi Frustrasi
Kekecewaan Hamilton terasa lebih mendalam karena ia merasa telah menemukan set-up mobil yang sempurna setelah sesi Sprint. Ia merasa mobilnya sangat kompetitif saat melakukan putaran menuju grid.
“Rasanya sangat menyakitkan ketika kerusakan terjadi di lap pertama. Anda tidak bisa melakukan apa-apa, hanya menjadi ‘penumpang’ di dalam mobil,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hamilton meyakini bahwa tanpa kerusakan tersebut, ia seharusnya bisa bertarung di barisan depan memperebutkan podium. “Mobil terasa sangat baik awalnya. Sangat disayangkan, karena hasil ini tidak mencerminkan kerja keras tim akhir pekan ini.”
Meski merasa ada kemajuan saat kualifikasi, Hamilton mengakui bahwa keseimbangan mobil Ferrari-nya masih jauh dari ideal sejak awal akhir pekan.
“Kami memulai dengan langkah yang salah. Mobil terasa sangat liar saat masuk tikungan dan mengalami understeer parah di tengah tikungan. Itu bukan keseimbangan yang Anda inginkan,” tutup Hamilton, yang kini memilih fokus untuk bangkit di seri balapan berikutnya.