JAKARTA – Harapan Indonesia membawa pulang gelar dari ajang Malaysia Super 100 2025 pupus setelah dua wakilnya gagal di partai puncak turnamen.
Laga yang digelar di Indoor Arena, Educity Sports Complex, Iskandar Puteri, Johor, Malaysia Minggu (19/10/2025), wakil Indonesia disingkarkan Jepang dan China.
Pasangan ganda putri muda Indonesia, Siti Sarah Azzahra/Ditya Az Zahra Ramadhani, harus menyerah dari pasangan China, Luo Yi/Wang Ting Ge, yang tampil dominan sejak awal pertandingan.
Dalam laga berdurasi 34 menit itu, Siti Sarah dan Ditya tampak kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya takluk dengan skor 13-21 dan 12-21.
Kekalahan tersebut menutup langkah mereka untuk meraih gelar perdana di level BWF Super 100 musim ini meski sebelumnya tampil impresif sejak babak awal.
Nasib serupa juga dialami oleh pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Wardana, yang berjuang keras menghadapi duet Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi.
Pertarungan berlangsung sengit di awal gim pertama, namun pengalaman dan kecepatan Watanabe/Taguchi membuat mereka unggul dalam dua set langsung, 18-21 dan 12-21.
Watanabe memang bukan lawan yang berat. Ia termasuk salah satu lawan yang sulit dikalahkan pasangan Markus Gideon/Kevin Sanjaya saat masih aktif.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi pasangan muda Indonesia yang tengah mengejar poin untuk menembus peringkat top 20 dunia.
Dominasi China-Jepang
Selain Luo Yi/Wang Ting Ge yang mengalahkan wakil Indonesia, wakil China lainnya yang meraih juara yakni dari nomor tunggal putra.
Di nomor tunggal putra, wakil China Dong Tian Yao sukses merebut gelar juara setelah menundukkan pemain Jepang Yudai Okimoto dengan skor 21-14 dan 21-17.
Sementara di tunggal putri, mantan juara dunia Nozomi Okuhara kembali menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan pemain tuan rumah Wong Ling Ching lewat skor 21-18 dan 21-11.
Sedangkan dari nomor ganda putra, terjadi final All Malaysia yang mempertemukana pasangan Weijie C/Lwi Sheng Hao melawan Kang KX/Tai A.
Laga perang saudara tersebut dimenangkan Kang/Tai dengan skor telak 21-18 dan 21-7.
Dengan berakhirnya turnamen ini, Malaysia Super 100 2025 resmi menutup rangkaian seri Asia Tenggara dengan total hadiah 110.000 dolar AS atau sekitar Rp1,8 miliar.
China membawa Pulang dua nomor juara yakni ganda putri dan tunggal putra, Jepang juara nomor ganda campuran dan tunggal putri, dan Malaysia kebagian di nomor ganda putra,
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi refleksi penting untuk memperbaiki performa sektor ganda putri dan ganda campuran menjelang turnamen berikutnya di Eropa.***