LAMPUNG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana ekspansi 10 ribu hektare lahan kedelai baru, dengan pemerintah membeli seluruh hasil panen uji coba 30 hektare untuk dikembangkan kembali, sebagai langkah akhir menuju swasembada pangan nasional.
“Kita sudah sepakat 10 ribu hektare. Ada lahan 8 ribu hektare. Kalau bisa 10 ribu hektare, insyaallah kami siapkan beninya, alat mesin pertanian, dan sarana produksi lainnya,” jelas Amran saat panen kedelai unggul di Lampung Utara, Rabu (29/10/2025).
Benih dan alat mesin ditanggung Kementerian Pertanian, dengan transaksi melalui pusat dan uji coba mulai Januari tahun depan. “Tahun depan kedelek kita uji coba, mulai Januari, kalau bisa direncanakan dari sekarang, kita 10 ribu hektare beninya dari pertanian,” tambahnya.
Prestasi ini melengkapi kenaikan produksi padi 4 juta ton per tahun, nomor dua dunia, diapresiasi FAO dan USDA. Parlemen Malaysia memberikan testimoni positif atas transformasi pertanian Indonesia, yang kini mengekspor tanpa impor sembilan komoditas utama.
Kolaborasi TNI krusial, dengan Menteri Pertanian menyebut satu komando sebagai pembeda dari otonomi daerah. Harga pupuk turun 20 persen—pertama dalam 65 tahun—melalui revitalisasi subsidi, hemat Rp14 triliun, sementara pendapatan petani naik Rp113 triliun.
Enam menteri pertanian asing berkunjung dalam dua minggu, termasuk Chile dan Kanada, untuk berguru pada model Indonesia.