JAKARTA – Data terbaru PBB menunjukkan 81 persen bangunan di Gaza hancur akibat dua tahun serangan militer Israel.
Kerusakan masif ini terungkap dalam laporan satelit terbaru, menggambarkan krisis kemanusiaan yang belum mereda.
PBB menyebut upaya bantuan terus dilakukan, namun kerusakan parah membuat bantuan tambahan sangat dibutuhkan.
Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan, meski bantuan meningkat, banyak kebutuhan warga Gaza belum terpenuhi.
Mengutip laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Farhan mengungkapkan penting memastikan tidak ada warga tertinggal dalam distribusi bantuan.
Renovasi empat sekolah kini berjalan dan lima ruang belajar sementara dibuka kembali dalam tiga hari terakhir.
Gaza Utara mencatat peningkatan kerusakan terbesar sejak Juli, sekitar 5.700 bangunan baru ikut terdampak perang.
Lebih dari 123.000 bangunan telah rata dengan tanah, sementara 50.000 lainnya rusak berat hingga sedang.
Sekitar 24.000 bangunan diperkirakan mengalami kerusakan tambahan akibat serangan dan blokade berkepanjangan.
Gencatan senjata Israel–Hamas 10 Oktober lalu berdasarkan rencana damai 20 poin Presiden Donald Trump.
Namun, Israel dilaporkan beberapa kali melanggar perjanjian, memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.
Kerusakan besar ini menimbulkan tantangan berat bagi upaya rekonstruksi dan pemulihan sosial ekonomi.
PBB menegaskan perlunya distribusi bantuan adil dan fokus pada pemulihan fasilitas pendidikan rusak.
Masyarakat Gaza masih berjuang di tengah reruntuhan, berharap dunia tak berpaling dari penderitaan mereka.***