JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program hunian pekerja Indonesia.
Langkah ini bertujuan menyediakan tempat tinggal layak, sehat, dan terjangkau bagi tenaga kerja nasional.
Program tersebut digagas untuk meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas masyarakat pekerja Indonesia.
Menko PM Muhaimin Iskandar menilai rumah nyaman merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi bersama.
“Kami bersama-sama melaksanakan program penyediaan hunian pekerja untuk mewujudkan tempat tinggal yang nyaman dan sehat.”
“Suasana kondusif dan hunian layak akan membantu meningkatkan produktivitas para pekerja,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Ia menegaskan, rumah dekat lokasi kerja akan menjaga efisiensi dan produktivitas tenaga kerja setiap harinya.
Muhaimin mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang turut mendukung pembangunan Griya Pekerja di banyak daerah.
“Kita tidak ingin pekerja terus mengalami penurunan produktivitas akibat biaya hidup tinggi dan jarak transportasi jauh.”
“Saya berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang telah berkomitmen,” katanya.
Pemerintah juga memperluas jangkauan transportasi publik agar mobilitas pekerja menjadi efisien dan hemat biaya.
“Pemerintah terus berusaha agar transportasi publik semakin memadai dan terjangkau.”
“Program penyediaan hunian pekerja ini menjadi bagian dari penguatan jaminan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja,” ujar Muhaimin.
Cak Imin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar proyek hunian dapat berjalan berkelanjutan ke depan.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro menegaskan kesiapan program besar tersebut.
“Kami berkomitmen menyiapkan pengembangan Griya Pekerja di lima titik lainnya.”
“Hingga kini, kami sudah mengelola tiga titik Griya Pekerja di Pulau Batam, yaitu di Muka Kuning, Lancang Kuning, dan Kabil,” kata Pramudya.
Program 10.000 Hunian Pekerja disiapkan melalui mekanisme sewa murah dengan fasilitas layak dan ramah lingkungan.
BPJS juga memastikan akses transportasi dan sosial menjadi prioritas dalam perancangan setiap unit hunian.
Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pekerja industri di kota besar Indonesia.
Dengan hunian layak dan lokasi strategis, kesejahteraan pekerja nasional diproyeksikan meningkat signifikan.***


