Menbud Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengerucutkan daftar calon penerima gelar pahlawan nasional dari 49 menjadi 24 nama prioritas, menjelang peringatan Hari Pahlawan. Namun, Fadli enggan membeberkan siapa saja yang masuk daftar tersebut, termasuk apakah Presiden ke-2 RI Soeharto termasuk di dalamnya.
Menurut Fadli, seluruh 49 nama yang diusulkan telah memenuhi syarat administratif dan historis. Ia juga menegaskan bahwa sejumlah nama sudah diusulkan sejak lama, bahkan sejak 2011 dan 2015.
“Ada 40 nama calon pahlawan nasional yang dianggap telah memenuhi syarat dan ada sembilan nama yang merupakan bawaan, carry over, dari yang sebelumnya. Jadi totalnya ada 49 nama,” kata Fadli kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Menanggapi polemik mengenai usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional yang dinilai bermasalah karena isu pelanggaran HAM, Fadli menolak anggapan tersebut dengan menyatakan tidak ada bukti kuat atau fakta hukum yang mendukung tuduhan tersebut.
“Nanti kita lihatlah ya. Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015, semuanya yang sudah memenuhi syarat,” ujarnya.
Selain Soeharto, muncul pula nama Marsinah, aktivis buruh yang dibunuh pada era Orde Baru. Usulan keduanya menuai perdebatan karena dianggap bertolak belakang secara moral dan sejarah. Namun Fadli menyebut perjuangan Marsinah juga memenuhi kriteria sebagai pahlawan nasional karena jasanya memperjuangkan hak-hak buruh dan kesejahteraan pekerja.