JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan keras bagi warga Jabodetabek, terutama Bogor, untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda mulai Kamis (6/11/2025) hingga Sabtu pagi (8/11/2025) pukul 07.00 WIB. Hujan deras berpotensi memicu banjir bandang dan longsor, terutama di kawasan pegunungan dan permukiman rawan.
Rilis resmi BMKG pada Rabu (5/11/2025) menyoroti pengaruh monsun Asia Tenggara yang membawa massa udara lembab, menciptakan kondisi konvergensi ekstrem. “Warga melintas saat hujan di Jalan Minang Kabau, Jakarta Selatan (12/8/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)” menjadi gambaran nyata betapa cepatnya hujan bisa melumpuhkan aktivitas kota.
Prakiraan Cuaca 6 November 2025 Pukul 07.00 WIB
Hujan ringan diprediksi mendominasi Jakarta Pusat, Barat, Selatan, Timur, Utara, serta Kepulauan Seribu. Kondisi serupa juga melanda Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Namun, Kabupaten Bogor menjadi pengecualian dengan intensitas hujan sedang yang berpotensi memicu genangan lebih awal.
Prakiraan Cuaca 7 November 2025 Pukul 07.00 WIB
Intensitas meningkat tajam pada hari kedua. Hujan ringan masih terbatas di Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, serta Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, hujan sedang siap mengguyur Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Depok, dan Bogor. Puncak ancaman ada di Kabupaten Bogor dengan hujan lebat yang berisiko memicu banjir luapan sungai dan longsor di lereng curam.
Khusus Kota Bogor, hujan ringan pada 6 November berpotensi berubah menjadi sedang keesokan harinya, sementara Kabupaten Bogor langsung menghadapi eskalasi dari sedang ke lebat dalam 24 jam.
Ancaman Nyata dan Langkah Antisipasi
Hujan lebat bukan sekadar gangguan rutinitas, tetapi ancaman serius bagi keselamatan. Banjir bisa melumpuhkan akses jalan utama, sementara longsor mengancam permukiman di kaki gunung.
BMKG menekankan, “Warga Bogor diimbau untuk waspada terhadap bahaya akibat hujan lebat seperti banjir dan tanah longsor.”
Warga disarankan memantau pembaruan cuaca real-time melalui aplikasi BMKG, menunda perjalanan ke daerah rawan, serta menyiapkan payung, jas hujan, senter, dan dokumen penting dalam tas siaga bencana. Sistem drainase rumah juga perlu dicek untuk mencegah genangan internal.
