Lebih dari 1.400 penerbangan ke, dari, dan di dalam Amerika Serikat dibatalkan pada Sabtu (2/11), menyusul kebijakan baru pemerintah yang memerintahkan maskapai mengurangi lalu lintas udara selama penutupan pemerintahan federal (government shutdown) yang masih berlangsung.
Selain itu, hampir 6.000 penerbangan mengalami penundaan, menurun dari lebih dari 7.000 penundaan pada hari Jumat, menurut data dari pelacak penerbangan FlightAware.
Kapasitas Penerbangan Dikurangi hingga 10%
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengumumkan awal pekan ini bahwa mereka akan mengurangi kapasitas penerbangan hingga 10% di 40 bandara tersibuk di negara itu. Kebijakan ini diambil karena para pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) yang bekerja tanpa bayaran selama shutdown melaporkan kelelahan berat.
Penutupan pemerintahan yang dimulai pada 1 Oktober kini telah memasuki hari ke-39, menjadikannya yang terlama dalam sejarah AS, sementara Partai Republik dan Demokrat masih buntu soal kesepakatan pendanaan untuk membuka kembali pemerintahan.
Keterlambatan dan Kekacauan di Bandara-Bandara Besar
Menurut FAA, Bandara Internasional Newark Liberty (New Jersey) menjadi yang paling terdampak, dengan rata-rata keterlambatan kedatangan lebih dari empat jam, dan keberangkatan tertunda sekitar 1,5 jam.
Sementara itu, bandara dengan pembatalan terbanyak pada Sabtu adalah:
-
Charlotte/Douglas International (Carolina Utara)
-
Newark Liberty International (New Jersey)
-
Chicago O’Hare International (Illinois)
Keterlambatan juga terjadi di bandara besar lain seperti JFK (New York), Atlanta Hartsfield-Jackson, dan La Guardia, dengan rata-rata keterlambatan antara satu hingga tiga jam.
Krisis ini datang di saat yang paling tidak tepat — menjelang musim liburan Thanksgiving pada 27 November, salah satu periode perjalanan tersibuk di AS. Maskapai American Airlines dalam pernyataannya mendesak para pemimpin di Washington untuk “segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri shutdown.”
Kondisi Diprediksi Akan Memburuk
FAA memperkirakan jumlah pembatalan akan terus meningkat. Mulai dari pengurangan 4% penerbangan pada Jumat, meningkat menjadi 6% pada 11 November, 8% pada 13 November, dan mencapai 10% penuh pada 14 November.
Pemangkasan ini, menurut FAA, diperlukan demi keselamatan, karena banyak pengatur lalu lintas udara yang kelelahan dan terpaksa bekerja tanpa bayaran. Beberapa bahkan mengambil pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Selain itu, 64.000 agen keamanan bandara (TSA) juga tidak menerima gaji, menyebabkan antrean panjang di pos pemeriksaan keamanan. Dalam shutdown sebelumnya di era Presiden Donald Trump pada 2018, hingga 10% staf TSA memilih tidak masuk kerja karena tidak dibayar.