JAKARTA – Iran mengumumkan penangkapan sedikitnya 500 orang atas tuduhan spionase sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan menyatakan para tersangka dituduh bekerja sama dengan “musuh” dan media yang dianggap bermusuhan, termasuk Iran International TV yang berbasis di London.
Dilansir Anadolu, Rabu (18/3/2026), sekitar 250 orang disebut memberikan informasi intelijen mengenai lokasi target serangan kepada stasiun televisi tersebut. Pemerintah Iran sebelumnya menetapkan Iran International TV sebagai organisasi teroris dan menyita aset stafnya di dalam negeri.
Radan menegaskan para tersangka juga diduga memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata serta berupaya mengganggu ketertiban umum. Ia menggambarkan mereka sebagai “mata-mata” yang membocorkan informasi kepada pihak musuh.
Balasan Iran terhadap Israel
Penangkapan ini berlangsung di tengah konflik yang menewaskan lebih dari 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah negara lain di kawasan, menargetkan aset militer AS namun juga menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.
Dampak perang semakin meluas ke pasar global dan sektor penerbangan, memperburuk ketegangan internasional yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.