JAKARTA – Dua tahun lalu, Choi Seo-hyun hanya bisa menatap lapangan dari warm-up zone. Drafter ronde pertama (pick 6) oleh Hillstate pada 2023, ia hanya mencatat 3 pertandingan dan 4 set selama dua musim. Juli lalu, status “FA” yang ia dapatkan lebih mirip stempel “tak dibutuhkan” ketimbang peluang baru.
Namun, voli selalu punya ruang untuk keajaiban. Jeong Kwan-jang Red Sparks membuka pintu, dan gadis kelahiran 2005 ini langsung terbang tinggi.
Kini, pada usia 20 tahun, Choi Seo-hyun bukan lagi “pemain muda yang menjanjikan”. Ia adalah setter utama Red Sparks musim 2025-2026. Ketika dua seniornya, Yeom Hye-seon dan Kim Chae-na, tersungkur karena cedera, pelatih Ko Hee-jin tak ragu menyerahkan kendali serangan kepada “si kecil” yang pernah dianggap tak punya masa depan.
Dari Bangku Cadangan ke Jantung Permainan
Pada laga kandang melawan Pepper Savings Bank, 9 November lalu di Daejeon Chungmu Gymnasium, Choi Seo-hyun memimpin tim meraih kemenangan krusial dengan distribusi bola cerdas. Ia tak hanya memanjakan bintang asing Elisa Zanette, tapi juga menghidupkan duet middle blocker Jung Ho-young dan Park Eun-jin secara merata. Total 5 poin pribadi — termasuk 3 ace servis — menjadi bonus manis.
Yang lebih mencengangkan, 5 pertandingan beruntun servis ace. Padahal servis pernah jadi kelemahan terbesarnya.
Berkat ketangguhannya, Red Sparks — yang diprediksi bakal terseok pada awal musim — menutup putaran pertama dengan rekor 3-3, jauh di atas ekspektasi.
“Saya sempat berpikir untuk berhenti. Tapi saya ingin sekali merasakan bermain sungguhan sebelum gantung sepatu,” ujar Choi Seo-hyun usai laga, suaranya masih bergetar, dilansir dari laman KOVO, Selasa (11/11/2025). “Jeong Kwan-jang mempertahankan saya saat tak ada yang mau. Latihan di sini memang berat, tapi justru itu yang membuat tubuh dan mental saya jadi jauh lebih kuat.”
Pelatih Ko Hee-jin tak pelit pujian, “Otaknya jalan. Beri tugas, dia langsung paham. Salah pun tetap berani. Itu yang saya suka.”
Dari “hampir pensiun” menjadi kandidat kuat Young Player of the Year pada tahun ketiga profesional, perjalanan Choi Seo-hyun adalah bukti nyata filosofi Red Sparks: bertahan di neraka latihan, maka surga lapangan akan terbuka.
Putaran kedua V-League baru akan dimulai. Bagi setter berusia 20 tahun ini, cerita baru saja dimulai.
“Saya masih banyak kekurangan, terutama kontrol bola yang harus lebih detail,” katanya rendah hati.
Tapi lapangan sudah bicara lain: Choi Seo-hyun bukan lagi harapan. Ia adalah kenyataan.