JAKARTA – Upaya evakuasi longsor Cilacap terus berjalan di tengah medan sulit setelah bencana yang mengguncang Kecamatan Majenang dan membuat pencarian 21 warga hilang menjadi semakin kritis.
Tim penyelamat melaporkan bahwa longsor yang melanda Dusun Tarakuhan dan Dusun Cibuyut pada Kamis (13/11/2025) terjadi setelah hujan intens mengguyur kawasan sejak siang hari.
Puluhan rumah warga tertimbun material tanah akibat pergerakan lereng yang tiba-tiba merosot dan memutus jalur warga untuk menyelamatkan diri.
Laporan BPBD menunjukkan 12 rumah mengalami kerusakan berat sementara 11 rumah lainnya terkubur total oleh massa tanah yang meluncur dari perbukitan.
Sebanyak 16 rumah lain berada dalam kondisi siaga karena tanah masih bergerak dan memunculkan potensi longsor susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo menuturkan bahwa total 46 warga terdampak langsung oleh musibah ini.
“Ada sekitar 46 orang terdampak,” ujar Taryo, Jumat (14/11/2025).
Menurutnya, 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski beberapa di antaranya mengalami luka.
“Tiga di antaranya mengalami luka ringan,” kata Taryo menjelaskan kondisi penyintas.
Dalam operasi penyelamatan, petugas menemukan dua warga meninggal dunia di sekitar lokasi longsor.
“Sekitar 21 warga masih dalam pencarian,” ujar Taryo.
Tantangan terbesar tim SAR gabungan muncul dari kontur lereng yang curam serta akses yang sulit dijangkau terutama pada malam hari.
Minimnya pencahayaan membuat laju pencarian melambat karena tim harus memastikan keamanan di area yang masih bergerak.
Kondisi tanah yang labil memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan korban baru di titik longsoran.
Petugas dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan lokal dikerahkan untuk melakukan asesmen cepat dan pencarian manual.
Peralatan lapangan termasuk Light Tower Portable sudah digunakan untuk mendukung operasi malam hari.
Meski begitu, kebutuhan mendesak seperti alat berat, tambahan penerangan, logistik permakanan, dan perlengkapan USAR masih sangat diperlukan di lokasi.
BPBD memastikan bahwa warga dari rumah yang berpotensi terdampak longsor susulan telah dievakuasi demi mengurangi risiko lanjutan.
“Hingga malam, pencarian terhadap 21 warga hilang tetap berlanjut. Tim gabungan memperkuat koordinasi dan mempercepat upaya penyelamatan di seluruh titik terdampak,” ujarnya.***