JAKARTA – Kesibukan kerap membuat seseorang abai terhadap pola makan. Demi mengejar tenggat pekerjaan, tak sedikit yang memilih melewatkan waktu makan atau menahan lapar. Padahal kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Menunda makan terlalu lama bukan hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga memicu berbagai risiko kesehatan. Lapar adalah sinyal alami tubuh yang menandakan kebutuhan akan asupan nutrisi. Jika diabaikan, dampaknya bisa serius.
Risiko Kesehatan Akibat Menahan Lapar
1. Malnutrisi
Menahan lapar secara terus-menerus dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting. Kondisi ini bisa memicu anemia akibat defisiensi zat besi, serta menurunnya daya tahan tubuh karena kurangnya vitamin C.
2. Penyakit Kronis
Menurut USDA, kelaparan berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes. Risiko ini semakin tinggi jika disertai gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi kafein berlebihan, makanan cepat saji, begadang, dan asupan gula berlebih.
3. Gangguan Metabolisme
Jam makan yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Akibatnya, metabolisme terganggu, berat badan naik, imunitas menurun, dan tubuh rentan terhadap berbagai penyakit.
4. Masalah Kesehatan Mental
Lapar yang ditahan terus-menerus bisa memicu stres, kecemasan, bahkan depresi. Kondisi ini juga dapat membuat seseorang lebih emosional, mudah marah, dan mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem.
5. Tubuh Mudah Lelah
Tanpa asupan energi yang cukup, tubuh akan cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menjalankan aktivitas secara optimal. Jika disertai dehidrasi, risikonya meningkat: mulai dari sakit kepala, pingsan, hingga gangguan organ vital.
Bagi mereka yang sudah terbiasa menahan lapar, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan. Tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan kembali ritme pencernaan agar terhindar dari komplikasi seperti gangguan jantung, pembengkakan jaringan, hingga masalah neurologis.
Jadi, menjaga pola makan teratur sama pentingnya dengan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jangan abaikan sinyal tubuh. Jika ragu soal pola makan yang sehat, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran yang sesuai kebutuhan.