JAKARTA — Tuduhan pengggunaan ilmu hitam atau dukun dalam dunia sepak bola bukan hal baru di Indonesia, terutama dalam pertandingan antarkampung. Tim yang kalah kerap menuding lawan menggunakan jasa dukun untuk meraih kemenangan, meski tuduhan tersebut umumnya tak disertai bukti dan hanya berdasar pada persepsi atau fenomena yang ditafsirkan secara subyektif.
Fenomena serupa ternyata juga terjadi pada level internasional. Pada laga final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika yang digelar di Rabat, Maroko, Minggu (16/11/2025), pertandingan antara Nigeria dan Republik Demokratik Kongo turut diwarnai isu serupa.
Laga berakhir imbang 1-1 pada waktu normal. Nigeria sempat unggul cepat lewat gol Frank Onyeka pada menit ketiga, sebelum Kongo menyamakan kedudukan melalui Meschack Elia pada menit ke-32. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti, di mana para penendang Nigeria tampil di bawah performa terbaik mereka dan akhirnya kalah 3-4.
Kekalahan ini membuat Nigeria gagal lolos ke putaran Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Kekecewaan publik Nigeria pun memunculkan spekulasi tak berdasar, termasuk dugaan penggunaan praktik mistis oleh lawan—sebuah narasi yang kerap muncul saat hasil pertandingan tak sesuai harapan.