BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar program “B2SA Goes to School” bertema sorgum di Auditorium B.J. Habibie, Komplek PTDI Bandung, Rabu (20/11). Sebanyak 721 siswa SD dan SMP di lingkungan perusahaan mendapat edukasi langsung tentang konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis sorgum sebagai pengganti nasi.
Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari MoU yang ditandatangani PTDI dan Bapanas pada Agustus 2024 tentang Sinergi Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan Berbasis Sorgum. Melalui program ini, kedua institusi ingin menanamkan kesadaran diversifikasi pangan sejak dini kepada generasi muda.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal, Ketua Sorghum Center Indonesia Wisnu Cahyadi, perwakilan Yayasan Adhya Garini Lanud Husein Sastranegara Ista Robi, serta pejabat Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat.
“Kenyang itu tidak harus selalu dengan nasi, hari ini kami memperkenalkan sorgum kepada para siswa sebagai contoh pangan alternatif yang dapat menggantikan nasi. B2SA bertujuan mengedukasi pelajar mengenai pola konsumsi yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman. Jika dulu kita mengenal konsep ‘4 Sehat 5 Sempurna’, kini konsep tersebut telah diperbarui menjadi B2SA untuk mendorong pemahaman gizi yang lebih tepat,” ujar Rinna.
Sementara itu, PTDI yang menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar TJSL terus mengembangkan ekosistem sorgum dari hulu hingga hilir. Perusahaan aerospace ini telah membentuk Sorghum Center bersama Universitas Pasundan sejak 2023, menyediakan mesin pengolahan sorgum, pelatihan bagi petani dan UMKM, hingga penanaman massal bersama Distanhorti Jabar di Plumbon, Cirebon, pada Oktober 2025.
“Melalui Sorghum Center yang kami bentuk sejak 2023, PTDI berkomitmen mendorong diversifikasi pangan dan memperkuat kemandirian petani di Jawa Barat. Sorgum memiliki potensi besar sebagai komoditas pangan alternatif yang strategis untuk mendukung diversifikasi pangan nasional. Karena itu, suatu kehormatan bagi kami dapat berpartisipasi dalam B2SA Goes to School untuk memperkenalkan sorgum sebagai sumber pangan sehat pengganti beras kepada generasi muda,” kata Dena Hendriana.
Program B2SA Goes to School ini menjadi salah satu wujud kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, BUMN, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha. Langkah ini diharapkan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional yang lebih resilien terhadap perubahan iklim, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan UMKM pengolah sorgum di Tanah Air.