JATENG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendorong Pemerintah Kabupaten Blora untuk segera menyusun Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAD PE). Langkah ini merupakan turunan langsung dari Rencana Aksi Nasional (RAN PE) agar pencegahan radikalisasi dan terorisme berjalan sistematis dari pusat hingga ke tingkat desa.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BNPT, Brigjen Pol Eddy Hartono, saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkab Blora dengan BNPT serta Perjanjian Kerja Sama BNPT dengan seluruh perguruan tinggi di Kabupaten Blora, Kamis (21/11/2024).
“Makanya hari ini kami hadir di Blora karena Pemda juga diharapkan membuat Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme,” ujar Kepala BNPT Eddy Hartono pada kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kabupaten Blora dengan BNPT dan Perjanjian Kerja Sama antara BNPT dengan Perguruan Tinggi se-Kabupaten Blora di Blora.
Dengan adanya RAD PE, BNPT berharap Blora dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini masyarakat, meningkatkan mitigasi ancaman, serta membangun ketahanan warga terhadap paham radikal-terorisme sebagai bagian integral dari kesiapsiagaan nasional.
Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan posisi Blora yang sangat strategis sebagai “gerbang timur” Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur, menjadikan kabupaten ini rawan menjadi jalur lintas pergerakan jaringan ekstremis. Apalagi, ribuan mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia menimba ilmu di perguruan tinggi setempat.
“Blora yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah gerbang paling timur Jawa Tengah. Posisi ini sangat strategis, termasuk dalam upaya mencegah potensi masuknya paham radikal maupun terorisme dari berbagai arah,” jelasnya.
Kerja sama ini juga melibatkan perguruan tinggi di Blora untuk memperkuat literasi anti-radikalisme di kalangan generasi muda, sekaligus membentuk jaringan deteksi dini di lingkungan kampus.
Dengan disusunnya RAD PE, Blora diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percontohan di Jawa Tengah dalam pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada aksi terorisme.
