Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri (RS Polri Kramat Jati), Kombes Pol. dr. Prima Heru Y, M.Kes, memberikan keterangan pers terkait penanganan korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Hingga saat ini, RS Polri telah menerima sebanyak 21 kantong jenazah yang diduga merupakan korban kebakaran tersebut. Prima Heru mengatakan bahwa proses identifikasi belum dilakukan karena pihak rumah sakit masih menunggu surat permintaan resmi dari penyidik.
“Yang kehilangan keluarga bisa melapor ke Unit DVI RS Polri. Sudah ada beberapa keluarga yang datang, namun baru satu keluarga yang terkonfirmasi melapor secara resmi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau keluarga korban untuk membawa foto korban yang terlihat struktur giginya, serta dokumen identitas lain yang dapat membantu proses pencocokan data.
Tim identifikasi sudah disiapkan lengkap, terdiri dari 11 tim, termasuk Tim DNA, Tim Antemortem, dan Tim Postmortem. “Kami siap melakukan pemeriksaan dan autopsi begitu permintaan dari penyidik diterima,” jelas Prima Heru.
Seperti diketahui, kebakaran Gedung Terra Drone terjadi pada Selasa (9/12) siang, yang diduga dipicu oleh baterai drone yang meledak di area gudang lantai satu, sehingga api cepat membesar dan menelan banyak korban.