Kebakaran hebat melanda gedung perusahaan jasa penyewaan drone Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang. Peristiwa tragis ini memaksa puluhan karyawan yang terjebak di lantai atas berjuang menyelamatkan diri di tengah kepulan asap pekat serta api yang terus membesar.
Hingga pukul 17.30 WIB RS Polri telah menerima 22 kantong jenazah korban kebakaran Terra Drone. Polisi telah menyiapkan 11 tim pemeriksaan dan proses autopsi dimulai setelah ada permintaan dari tim penyidik.
Seorang saksi mata bernama Wulan menceritakan momen menegangkan saat para korban mencoba melarikan diri melalui jalur darurat seadanya.
Menurut Wulan, asap mulai memenuhi lantai atas gedung hingga membuat sejumlah karyawan panik. “Asapnya sudah sampai ke muka, hitam banget,” ujar Wulan menggambarkan kondisi mencekam tersebut. Beberapa korban bahkan sempat berniat melompat dari ketinggian karena terjebak tanpa akses keluar.
Namun warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berteriak meminta mereka tidak melompat. Para karyawan kemudian mencari alternatif penyelamatan dengan mengambil beberapa tangga dari dalam gedung, mengikatnya menjadi satu, lalu menurunkannya ke arah luar sebagai jalur evakuasi darurat.
“Sekitar 20 orang turun pakai tangga darurat itu, satu per satu. Yang pertama turun itu laki-laki, dia terluka,” kata Wulan. Ia menuturkan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena korban harus bergantian turun sambil dibantu teman-teman mereka dari atas.
Saat proses penyelamatan berlangsung, petugas kepolisian dan pemadam kebakaran mulai berdatangan ke lokasi. “Tidak lama polisi sampai. Setelah itu damkar datang dan mencoba naik dengan tangga ke lantai atas,” tambahnya. Namun situasi sulit dan kepadatan asap membuat evakuasi dilakukan dengan penuh tantangan.
“Waktu dia tolong-tolong itu, nggak lama tangganya datang. Habis itu damkar ke belakang ini untuk ke atas, berusaha ke atas pakai tangga. Tapi nggak jadi karena diteriakin sama warga boleh lewat ruko samping buat nyelamatin. Jadi memang sebagian karyawan yang memang terjebak di dalam gedung menyelamatkan diri lewat lantai atas ya, rooftop,” ujar Wulan.
Wulan juga menyebut bahwa beberapa korban yang sudah tidak selamat akhirnya dievakuasi menggunakan kantong jenazah. “Saya lihat sudah digotong dan dimasukkan ke dalam ambulans,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyisiran di dalam gedung masih terus berlangsung dan jumlah korban meninggal dunia dilaporkan terus bertambah. Petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.