JAKARTA – An Se Young menorehkan tonggak bersejarah di bulu tangkis dunia setelah menyamai rekor legendaris Kento Momota dengan meraih 11 gelar dalam satu musim pada ajang HSBC BWF World Tour Finals 2025 (WTF 2025).
Turnamen WTF 2025 tersebut berakhir Minggu (22/12/2025), dimana Korea Selatan menjadi juara umum mengalahkan tuan rumah China dengan menjuarai tiga nomor yakni tunggal putri, ganda putra dan ganda putri.
Juara tungga l putri An Se Young menjadi atlet putri pertama yang mampu mencapai pencapaian luar biasa tersebut dalam satu kalender kompetisi.
Tak berselang lama, dominasi Korea kian lengkap ketika pasangan Kim Won Ho/Seo Seung Jae memastikan gelar ke-11 mereka musim ini di sektor ganda putra.
Secara individu, Seo Seung Jae bahkan mengoleksi 12 gelar sepanjang 2025 berkat satu titel tambahan yang ia raih bersama pasangan berbeda, Yong Jin.
Kemenangan Kim/Seo menutup malam sempurna bagi Korea Selatan yang sukses membawa pulang tiga gelar dari World Tour Finals 2025.
Sebelumnya, sektor ganda putri juga dikuasai Korea melalui Baek Ha Na/Lee So Hee yang tampil solid di partai final.
Dua tahun lalu di turnamen yang sama, An Se Young sejatinya nyaris mencetak rekor namun gagal setelah kehilangan momentum di semifinal.
Saat itu, An unggul 19-10 di gim ketiga melawan Tai Tzu Ying sebelum mengalami penurunan performa yang menggagalkan mimpinya.
Pada final edisi 2025, An tampil tanpa cela saat menghadapi Wang Zhi Yi dalam laga berintensitas tinggi yang menguras fisik dan mental.
Wang memberikan perlawanan sengit di dua gim awal dan memaksa An bertahan di batas maksimal ketahanan tubuhnya.
Namun, setiap reli panjang justru membuat sang juara bertahan kehilangan energi memasuki gim penentuan.
Sejak awal gim ketiga, arah pertandingan sepenuhnya berada di tangan An Se Young meski sempat diwarnai drama kram pada kakinya.
Pada skor 20-9, An sempat melakukan net kill yang dianggap fault, namun ia tetap menutup laga dua poin kemudian.
Kemenangan ini memastikan An Se Young mencetak dua rekor tambahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang meraih hadiah uang lebih dari satu juta dolar AS dalam satu musim kompetisi.
Dengan catatan menang-kalah 73-4, An juga mencatatkan persentase kemenangan luar biasa sebesar 94,80 persen sepanjang musim.
“Itu adalah pertandingan yang sangat menguras tenaga,” ujar An seperti dilansir BWF, Minggu.
“Menjelang akhir, kaki saya terasa sakit setiap kali mendarat, tetapi saya tetap bertahan sampai akhir.”
“Saya sangat bahagia bisa menuntaskan pertandingan dengan hasil yang luar biasa.”
“Saya bahkan tidak bisa menggambarkan apa yang saya rasakan.”
“Kerja keras saya akhirnya terbayar, dan saya ingin terus mengejar lebih banyak rekor.”
Berbeda dengan final tunggal putri, partai final ganda putra berlangsung lebih terkendali bagi Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang mampu mengimbangi permainan hingga pertengahan gim pertama sebelum Korea mengambil alih.
Pada gim kedua, Kim/Seo tampil dominan dan membuat lawannya tertinggal jauh tanpa peluang membalikkan keadaan.
Pasangan Korea akhirnya menang meyakinkan dengan skor 21-18, 21-14.
“Ini adalah momen yang tidak akan pernah terulang, jadi kami menghargai setiap detiknya,” kata Seo.
“Kami akan terus bekerja keras untuk berkembang menuju 2026.”
“Sejak kami dipasangkan di Malaysia Open, banyak hal tentang diri kami yang terungkap.”
Berikut hasil akhir final BWF World Tour Final 2025 (17-21 Desember 2025):
***
