JAKARTA – Karakter peperangan modern mengalami pergeseran signifikan seiring berkembangnya teknologi dan perubahan lingkungan strategis global. Konsep Multi Domain Operation dan Multi Domain Battle kini menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan negara-negara maju.
Analis Kebijakan Madya (AKM) Bidang TIK Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Dr. Hari Suyanto menjelaskan bahwa peperangan tidak lagi terbatas pada domain darat, laut, dan udara, melainkan juga melibatkan ruang angkasa serta siber.
“Operasi multi-domain memungkinkan pelaksanaan strategi secara terintegrasi dan simultan untuk menciptakan keunggulan strategis terhadap lawan,” katanya saat memberikan materi pelatihan peliputan di daerah rawan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan di Menlatpur Kostrad, Sangabuana, Karawang beberapa waktu lalu.
Pendekatan ini menuntut sistem komando dan kendali yang mampu mengelola berbagai domain secara bersamaan. Keunggulan teknologi dan informasi menjadi faktor penentu keberhasilan operasi, menggantikan dominasi kekuatan militer konvensional semata.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal penting untuk terus menyesuaikan doktrin pertahanan dengan dinamika ancaman global yang semakin kompleks dan multidimensional.
