JAKARTA – Tanggal 24 Desember kerap dikaitkan dengan malam Natal yang penuh damai. Namun, dalam catatan sejarah dunia, hari ini juga menyimpan berbagai peristiwa penting, mulai dari momen kemanusiaan di tengah peperangan hingga tragedi kekerasan yang mengguncang nurani. Berikut rangkuman sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 24 Desember di berbagai era.
Paus Yohanes IV Terpilih pada 640 M
Setelah mengalami kekosongan takhta kepausan selama empat bulan, Yohanes IV resmi terpilih sebagai Paus Gereja Katolik Roma pada 24 Desember 640. Ia memimpin hingga 12 Oktober 642.
Kepausan dikenal sebagai salah satu institusi tertua yang masih bertahan hingga kini, dengan peran penting dalam penyebaran agama Kristen serta penyelesaian konflik doktrinal pada masa awal perkembangan gereja.
Pendirian Ku Klux Klan pada 1865
Pada 24 Desember 1865, sekelompok veteran Konfederasi dari Perang Saudara Amerika Serikat mendirikan organisasi rahasia Ku Klux Klan di Pulaski, Tennessee.
Kelompok ini menganut ideologi supremasi kulit putih dan menargetkan warga kulit hitam serta kelompok minoritas lainnya, termasuk Yahudi, Asia, dan umat Katolik Roma. Meski dinyatakan ilegal oleh pemerintah Amerika Serikat empat tahun kemudian, Ku Klux Klan tetap dikenal sebagai organisasi yang melakukan aksi teror dan kekerasan rasial.
Gencatan Senjata Natal 1914 di Tengah Perang Dunia I
Pada malam Natal 1914, ribuan tentara Jerman, Inggris, dan Prancis di Front Barat Perang Dunia I secara spontan menghentikan pertempuran. Peristiwa yang dikenal sebagai Christmas Truce ini diwarnai dengan nyanyian lagu Natal, pertukaran hadiah, hingga pertandingan sepak bola di wilayah tanpa pertempuran.
Gencatan senjata ini menjadi simbol kemanusiaan yang langka di tengah konflik brutal, meski bersifat tidak resmi dan berlangsung singkat. Pada 1999, sebuah monumen berbentuk salib didirikan di dekat Ypres, Belgia, untuk mengenang momen tersebut.
Tragedi Bom Gereja di Indonesia pada Malam Natal 2000
Pada malam Natal 24 Desember 2000, serangkaian ledakan bom mengguncang puluhan gereja dan tempat ibadah di berbagai kota di Indonesia. Aksi teror ini diduga dilakukan oleh jaringan ekstremis.
Sasaran utama meliputi Jakarta, Batam, Pekanbaru, Bandung, Sukabumi, Mojokerto, dan Mataram. Tragedi tersebut menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya, serta meninggalkan luka mendalam bagi kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Tanah Air.
Peristiwa-peristiwa pada 24 Desember ini mencerminkan kontras tajam antara harapan damai malam Natal dan realitas konflik manusia. Sejarah menjadi pengingat akan pentingnya toleransi, kemanusiaan, dan perdamaian antarumat beragama.