Kurang dari satu bulan jelang dimulainya pengujian pra-musim di Barcelona, seluruh 11 tim Formula 1—termasuk pendatang baru Cadillac—dilaporkan masih bergelut dengan satu persoalan besar: batas berat minimum mobil musim 2026. Informasi ini diungkap oleh pengamat F1 asal Spanyol, José M. Zapico, yang menyebut situasinya sebagai tantangan “sangat brutal”.
Regulasi teknis 2026 memang menghadirkan perubahan paling radikal dalam satu dekade terakhir. Berat minimum mobil dipangkas menjadi 768 kilogram, turun 30 kg dari batas musim 2025. Namun, Zapico mengklaim bahwa hingga akhir Desember, sejumlah tim masih kelebihan bobot hingga 15 kilogram atau lebih, sebuah defisit yang berpotensi memengaruhi performa secara signifikan.
Kondisi riil tim akan mulai terlihat dalam pengujian tertutup di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 26–30 Januari, sebelum dilanjutkan sesi tes resmi di Bahrain pada 11–13 Februari dan 18–20 Februari. Momen ini akan menjadi tolok ukur pertama seberapa jauh tiap tim mampu mendekati target FIA.
Baterai Lebih Berat, Aero Dipangkas
Akar persoalan berat mobil terletak pada kontradiksi regulasi itu sendiri. Di satu sisi, dimensi mobil diperkecil—200 mm lebih pendek, 100 mm lebih sempit, jarak sumbu roda dipangkas, serta ban yang lebih ramping. Namun di sisi lain, porsi tenaga listrik meningkat drastis.
Output MGU-K melonjak hampir tiga kali lipat, dari 120 kW menjadi 350 kW, yang secara otomatis menuntut baterai jauh lebih besar dan berat. Kenaikan massa dari sistem elektrifikasi ini disebut menggerus hampir seluruh penghematan bobot dari sisi desain aerodinamika dan sasis.
Kepala tim Red Bull Racing, Christian Horner, sebelumnya menyebut target berat 2026 sebagai sesuatu yang “ditetapkan tanpa pertimbangan realistis”. Ia menegaskan bahwa pengurangan bobot membutuhkan biaya sangat besar, dengan estimasi setiap 10 kg kelebihan berat setara kehilangan 0,3–0,4 detik per lap.
FIA Tetap Kukuh
Nada serupa juga pernah disampaikan kepala tim Williams, James Vowles, yang memprediksi tak satu pun tim akan langsung memenuhi batas berat di awal musim—mengulang situasi pada era ground-effect 2022. Namun FIA bergeming.
Direktur single-seater FIA, Nikolas Tombazis, menegaskan bahwa batas tersebut “tetap dapat dicapai” dan menolak segala upaya kompromi penambahan bobot minimum.
Meski demikian, Zapico mengingatkan bahwa data yang ia sampaikan bersifat dinamis. Tim-tim masih terus memangkas gram demi gram dari berbagai komponen hingga balapan pembuka di Australia. Namun satu hal sudah jelas: perang bobot akan menjadi penentu performa awal musim 2026.
Situasi ini mengingatkan pada musim 2022, ketika Alfa Romeo sempat unggul karena lebih cepat mencapai batas regulasi sebelum akhirnya disusul rival. Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, bahkan menilai posisi di seri pembuka tidak terlalu krusial. “Tidak masalah kami P1 atau P10 di Melbourne,” ujarnya, menekankan bahwa kecepatan pengembangan sepanjang musim akan menjadi kunci sebenarnya.