JAKARTA – Pencarian panjang korban kecelakaan terjun payung di perairan Teluk Pangelek akhirnya berakhir setelah jenazah ditemukan pada Jumat pagi (2/1/2026) di kawasan perbatasan Pangandaran dan Cilacap.
Upaya penemuan ini merupakan hasil kerja terpadu selama empat hari antara kepolisian dan tim SAR gabungan yang terus menyisir laut sejak laporan kecelakaan diterima.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, memastikan bahwa operasi pencarian dikendalikan langsung oleh Dirpolairud Polda Jabar Kombes Pol. Edward Indharmawan Eka Chandra bersama Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di Pantai Karapyak setelah seorang nelayan asal Cilacap melaporkan adanya tubuh manusia yang mengapung saat melaut.
“Jenazah ditemukan dengan jarak sekitar 17 mil laut dari bibir Pantai Batukaras. Informasi awal diterima dari nelayan perahu ‘Murah Rezeki’, yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” jelas Kabid Humas Polda Jaba.
Menindaklanjuti laporan tersebut, unsur Ditpolairud Polda Jabar, Polres Pangandaran, Basarnas, Brimob, TNI AL, serta relawan SAR segera bergerak menuju titik temuan.
Proses evakuasi di tengah laut memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan mengerahkan perahu katir SAR Batukaras dan Rigid Inflatable Boat milik Ditpolairud.
Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi ke Pantai Batukaras dan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RS Pandega guna penanganan medis serta proses identifikasi lanjutan.
Berdasarkan data kepolisian dan keterangan tim medis, korban diketahui bernama Widiasih (58), lahir di Bandung pada 27 Juni 1967, dan berdomisili di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
Dirpolairud Polda Jabar Kombes Pol. Edward Indharmawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel lintas instansi serta masyarakat nelayan yang berperan aktif dalam operasi pencarian.
Pada akhir keterangannya, Kabid Humas Polda Jabar kembali menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap aktivitas luar ruang, khususnya wisata dan olahraga berisiko tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, khususnya kegiatan wisata dan olahraga ekstrem.”
“Pastikan untuk selalu mematuhi standar prosedur keselamatan yang berlaku guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Kabid Humas Polda Jabar.
Seperti diketahui, kegiatan terjun payung itu digelar di wilayah perairan Pangandaran, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dilaporkan dua orang korban dimana salah satunya Rusli kelahiran Medan, 7 Oktober 1961 ditemukan di hari yang sama pas kejadian.***
