Aktivitas Pasar Sabtu Tualang Cut, Aceh Tamiang, kembali menggeliat pada Sabtu pagi (3/1). Sejak dini hari, warga berbondong-bondong memadati pasar untuk berbelanja kebutuhan pokok, menciptakan suasana ramai yang sarat semangat kebangkitan ekonomi.
Pantauan di lokasi menunjukkan pasar dipenuhi pedagang dan pembeli. Di bawah tenda dan payung besar, para pedagang tampak sibuk melayani transaksi yang terus mengalir. Suasana pasar terasa hidup, diwarnai tawar-menawar dan canda khas pasar tradisional.
Keramaian paling mencolok terlihat di lapak durian yang hanya beratapkan payung warna-warni. Para pembeli tampak antusias memilih durian terbaik. Tak jauh dari sana, sejumlah ibu terlihat serius mengamati perhiasan di toko emas, sementara di kios cabai yang berjajar di bawah tenda panjang, pembeli sibuk menimbang dan memasukkan cabai ke dalam kantong plastik.
Kondisi ini disambut penuh rasa syukur oleh para pedagang.
“Usaha mulai membaik di balik musibah ini. Ekonomi pelan-pelan bergerak lagi. Jangan menyerah, hidup harus terus berjalan,” ujar salah satu pedagang.
Aceh Tamiang sendiri menjadi prioritas utama pemulihan pascabencana di Sumatra. Tito Karnavian, menilai dampak bencana di wilayah ini sebagai yang paling berat dibandingkan daerah terdampak lainnya.
“Dari semua daerah yang terdampak, yang paling berat betul adalah Aceh Tamiang,” kata Tito saat ditemui di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
