Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam periode 2–3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA, tercatat sebanyak 97 kali gempa vulkanik, sementara status gunung setinggi 1.584 meter tersebut tetap berada pada Level IV (Awas) sejak dinaikkan pada 1 Januari 2026 pukul 18.00 WITA.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa peningkatan gempa vulkanik dalam terjadi secara konsisten sejak 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, meskipun hingga kini belum disertai erupsi. Selain gempa vulkanik dalam, periode tersebut juga mencatat 45 kali tremor non-harmonik, satu gempa low frequency, satu gempa tektonik lokal, serta enam gempa tektonik jauh.
Secara visual, asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, membumbung setinggi sekitar 50–100 meter dari puncak. Kondisi cuaca di sekitar gunung umumnya cerah hingga berawan, dengan angin lemah bertiup ke arah utara, timur laut, dan barat daya. Suhu udara berkisar antara 21–31 derajat Celsius.
Indikasi Hambatan Saluran Magma
Lana menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan adanya hambatan pada saluran magma, yang berpotensi menahan material di bawah permukaan. “Kondisi ini dapat memicu pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, gempa vulkanik dalam sangat berpengaruh terhadap kemungkinan tinggi kolom erupsi jika letusan terjadi. Berdasarkan citra drone pada 5 Desember 2025, hingga kini belum teridentifikasi pembentukan kubah lava baru maupun aliran lava baru di area kawah.
Potensi Erupsi Masih Terbuka
Data kegempaan menunjukkan pergerakan fluida atau magma yang masih aktif dengan suplai magma yang berlanjut. Pengukuran deformasi menggunakan tiltmeter mencatat akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial), sementara data GNSS menunjukkan pola inflasi pada dua stasiun pemantauan, yakni WLR (barat laut) dan NUR (timur laut), dalam dua pekan terakhir.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa potensi erupsi masih terbuka, mengingat erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta 7 kilometer ke arah barat laut dan timur laut.