Citra satelit terbaru yang diambil pada Sabtu mengungkap kerusakan luas pada instalasi militer strategis Venezuela setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan operasi skala besar untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro.
Gambar-gambar yang diperoleh perusahaan intelijen spasial AS Vantor memperlihatkan bangunan hancur, kendaraan terbakar, serta sistem pertahanan udara yang dilumpuhkan di berbagai titik di dalam dan sekitar Caracas.
Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela yang terletak di Caracas bagian selatan. Citra satelit menunjukkan kerusakan substansial, termasuk fasilitas penyimpanan yang rata dengan tanah, kendaraan militer hangus, serta pos keamanan yang hancur.
Kompleks ini menampung Kementerian Pertahanan, komando militer utama, dan kediaman resmi, menjadikannya sasaran krusial dalam Operasi Absolute Resolve.
Pertahanan Udara Dilumpuhkan
Analisis visual juga mengonfirmasi netralisasi sistem pertahanan udara Venezuela. Setidaknya satu unit sistem rudal permukaan-ke-udara Buk-M2E buatan Rusia dilaporkan hancur di Pangkalan Udara Generalissimo Francisco de Miranda (La Carlota). Sistem tersebut merupakan bagian dari jaringan pertahanan udara yang dirancang untuk melindungi lokasi-lokasi vital di sekitar ibu kota.
Selain La Carlota, serangan juga menyasar Bandara Higuerote di negara bagian Miranda serta Pelabuhan La Guaira di pesisir Karibia—dua titik strategis yang memiliki nilai logistik dan militer tinggi.
Skala Operasi dan Kekuatan Udara
Operasi yang dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada 3 Januari ini melibatkan lebih dari 150 pesawat militer AS, termasuk jet tempur F-22, F-35, F-18, pembom B-1, serta drone tak berawak. Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menyebut pasukan menggunakan “kekuatan yang sangat besar” untuk menghancurkan pertahanan udara Venezuela dan membuka jalur aman bagi tim evakuasi.
Penangkapan Maduro
Pasukan Delta Force, dengan dukungan perlindungan udara intensif, mendarat di kompleks yang dijaga ketat milik Maduro pada pukul 02.01 dini hari waktu Caracas. Mereka dilaporkan menghadapi tembakan berat selama proses evakuasi. Satu helikopter AS mengalami kerusakan namun tetap dapat beroperasi. Beberapa personel AS terluka, meski tidak ada korban jiwa.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dievakuasi ke USS Iwo Jima sebelum dipindahkan ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkotika.
Dampak Sipil dan Pemadaman Listrik
Pemerintah Venezuela menyatakan serangan juga berdampak pada area sipil di Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira, dengan korban dilaporkan berasal dari kalangan militer maupun warga sipil—meski tanpa angka resmi. Pasca-serangan, sebagian besar wilayah Caracas selatan mengalami pemadaman listrik, memperparah dampak kemanusiaan dari operasi tersebut.
