PARIS β Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik kembali dukungannya terhadap operasi militer Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan klarifikasi ini disampaikan menyusul gelombang kritik di dalam negeri, yang menuduh Macron terlalu dekat dengan kebijakan Washington.
Dalam pertemuan kabinet pada Senin (5/1) waktu setempat, juru bicara pemerintah Maud Bregeon mengutip Macron yang menegaskan bahwa Prancis βtidak mendukung maupun menyetujui metode yang digunakanβ oleh Amerika Serikat dalam penangkapan tersebut.
βKami membela hukum internasional dan kebebasan bangsa-bangsa. Cara yang ditempuh tidak didukung maupun disetujui,β kata Macron seperti dikutip AFP.
Sikap ini menandai perubahan tajam dibanding pernyataan awal Macron pada Sabtu lalu yang menulis di media sosial, βRakyat Venezuela kini terbebas dari kediktatoran Nicolas Maduro dan layak bergembira.β
Ungkapan tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan politik di Prancis. Mantan Perdana Menteri Dominique de Villepin menyebut pernyataan Macron βbuta dan tidak bertanggung jawab,β sementara pemimpin kiri Jean-Luc MΓ©lenchon menilai Macron βmemalukanβ karena βmengabaikan hukum internasional.β
Sebelum muncul klarifikasi dari Istana ΓlysΓ©e, Menteri Luar Negeri Jean-NoΓ«l Barrot telah lebih dulu mengeluarkan pernyataan hati-hati, menilai operasi militer AS βbertentangan dengan prinsip non-penggunaan kekuatan yang menjadi dasar hukum internasional.β
Venezuela Dalam Transisi
Penangkapan Maduro dilakukan pada 3 Januari melalui operasi militer AS bernama βAbsolute Resolve.β Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait narko-terorisme dan perdagangan narkoba. Wakil Presiden Delcy RodrΓguez kini menjabat sebagai presiden sementara, dengan dukungan penuh dari militer Venezuela.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya βakan mengelola Venezuela hingga transisi pemerintahan yang aman dan demokratis dapat dilakukan,β seraya menegaskan rencana melibatkan perusahaan minyak AS untuk membangun kembali infrastruktur negara tersebut.
Sementara Macron menekankan bahwa setiap proses transisi politik di Caracas βharus berpusat pada Edmundo GonzΓ‘lez Urrutia,β kandidat oposisi yang dianggap sebagai pemenang sah pemilu 2024.