JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat keberhasilan besar dalam Program Angkutan Motor Gratis (Motis) pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Sebanyak 5.334 unit sepeda motor berhasil diangkut melalui layanan ini, sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengurangi kepadatan lalu lintas darat.
“Dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI mengangkut sebanyak 5.334 unit sepeda motor pada Program Angkutan Motor Gratis,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, di Jakarta, Selasa.
Program Motis berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan dua lintas utama:
- Lintas Utara: Kampung Bandan – Pasarsenen – Bekasi – Cirebon Prujakan – Tegal – Pekalongan – Semarang Tawang.
- Lintas Tengah: Kampung Bandan – Pasarsenen – Bekasi – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kebumen – Kutoarjo – Lempuyangan – Purwosari.
Pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 29 Desember 2025, dengan pelaksanaan mulai 23 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026. Hingga penutupan, tercatat 5.923 pelanggan mendaftar, dengan realisasi pemuatan motor mencapai 5.334 unit dan total penumpang sebanyak 21.213 orang.
Capaian ini melonjak 286 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang hanya 1.868 unit. Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program kolaborasi KAI dan Kementerian Perhubungan.
Secara keseluruhan, KAI melayani 4.179.095 pelanggan selama Nataru 2025/2026, naik 12,02 persen dari tahun sebelumnya. Kinerja operasional tetap terjaga dengan ketepatan waktu keberangkatan 99,68 persen dan kedatangan 96,13 persen.
Anne menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat. “Kami terus memperkuat layanan digital dan operasional agar perjalanan kereta api semakin andal, aman, nyaman, serta mendukung transportasi yang ramah lingkungan,” katanya.
Ke depan, KAI berkomitmen melanjutkan transformasi berbasis teknologi untuk memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang mendukung mobilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
