JAKARTA – Koalisi 30 negara Eropa menyepakati kerangka jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina sebagai syarat utama tercapainya perdamaian yang stabil dan berkeadilan.
Pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Paris pada Selasa (6/1/2027) itu memfokuskan pembahasan pada arah perdamaian Ukraina pascakonflik dan peran kolektif Eropa dalam menjaga stabilitas kawasan.
Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa setiap perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina wajib disertai jaminan keamanan yang kuat, mengikat secara politik maupun hukum.
Dokumen pernyataan bersama itu ditandatangani Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Koalisi Eropa menyatakan komitmen penuh terhadap perdamaian yang adil dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan itu juga mencatat perkembangan positif dalam perundingan terbaru yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Ukraina, dan negara-negara Eropa.
Negara-negara anggota menilai kemampuan Ukraina mempertahankan diri menjadi faktor krusial yang tidak hanya menyangkut keamanan nasional Kyiv, tetapi juga stabilitas kawasan Euro-Atlantik.
Atas dasar itu, perlindungan kedaulatan dan keamanan jangka panjang Ukraina ditegaskan sebagai elemen inti dalam setiap kesepakatan damai yang akan disepakati.
Koalisi Eropa menyatakan kesiapan membangun sistem jaminan keamanan yang mengikat secara politik dan hukum segera setelah gencatan senjata diberlakukan.
Sistem tersebut mencakup keterlibatan dalam mekanisme pemantauan gencatan senjata yang dipimpin Amerika Serikat.
Selain pemantauan, skema itu juga meliputi dukungan militer berkelanjutan serta kerja sama pertahanan jangka panjang dengan Ukraina.
Dukungan militer yang dirancang mencakup pengiriman peralatan pertahanan dan program pelatihan bagi angkatan bersenjata Ukraina.
Mekanisme pemantauan gencatan senjata diproyeksikan menjadi instrumen utama untuk memastikan kepatuhan seluruh pihak terhadap kesepakatan damai.
Para anggota koalisi menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan hanya mungkin tercapai jika Ukraina memiliki kapasitas nyata untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya.
Kesepakatan ini mencerminkan solidaritas politik negara-negara Barat sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang mereka terhadap Ukraina.
Melalui langkah kolektif tersebut, Eropa berharap dapat mencegah eskalasi konflik di Eropa Timur dan memperkuat stabilitas kawasan Euro-Atlantik.***