Air mata kekecewaan menyelimuti gugurnya Rio Lahskart di babak tiga besar Indonesian Idol 2026. Sementara Rio dengan lapang dada menerima hasil tersebut sebagai garis takdirnya, para penggemar justru meradang. Mereka menemukan bukti bahwa kekalahan Rio bukan karena sepinya dukungan, melainkan karena dana voting dari para donatur diduga dikorupsi oleh ketua fanbase-nya sendiri.
Ivan Gunawan Disebut Gelontorkan Dana Fantastis
Selama kompetisi, fanbase resmi Rio yang bernama Glorious aktif menggalang dana masyarakat dan publik figur untuk melakukan “perang” SMS voting. Salah satu pesohor yang jor-joran mendukung Rio adalah desainer kondang Ivan Gunawan.
Namun, alih-alih disalurkan untuk mendongkrak posisi Rio, dana bernilai fantastis tersebut diduga menguap. Arini Ayu Septari Zak, yang menjabat sebagai Ketua Fanbase Glorious, dituding sebagai dalang utama yang menggelapkan dana amanah tersebut.
Ivan Gunawan pun tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. “Dalam perhitungan saya enggak mungkin kita kalah vote, karena uang vote harusnya ada. Apakah dipakai buat vote beneran?” sindir Ivan dalam sebuah pernyataan yang viral di media sosial. “Rezeki memang Allah yang atur, tapi sepertinya rezekinya ada buat perang tapi enggak dipakai buat vote,” tambahnya masygul.
Pernyataan Resmi Fanbase: Pelaku Siap Ganti Rugi
Kabar miring ini akhirnya dikonfirmasi langsung oleh pihak internal Glorious melalui unggahan Instagram resmi mereka pada Jumat (15/5/2026). Manajemen fanbase menegaskan bahwa tindakan memalukan ini adalah murni aksi personal pelaku tanpa melibatkan admin atau tim lain.
“Pelaku sudah kooperatif dan bertanggung jawab. Bukti penggantian dana nantinya akan diunggah melalui akun resmi Glorious,” tulis perwakilan tim admin.
Meski pelaku berjanji mengembalikan uang yang ditilep, penyesalan mendalam tetap dirasakan seluruh pendukung. Bagi mereka, uang bisa diganti, namun kesempatan emas Rio Lahskart untuk menjadi juara utama Indonesian Idol telah direnggut paksa oleh keserakahan oknum.
“Ok ada orang yang tega nilep dana donasi voting. Walau uangnya bakal diganti tapi kan jadi gagal masuk grand final,” tulis akun X @ARCHERL, mewakili kemarahan massal warganet.