JAKARTA – Peluang Persija Jakarta tampil di kompetisi Asia musim depan semakin terbuka lebar. Meski berpotensi hanya finis di posisi ketiga Super League 2025-2026, skuad berjuluk Macan Kemayoran itu tetap memiliki kans untuk mentas di AFC Challenge League 2026-2027 jika Indonesia mendapatkan tambahan slot dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sebelumnya, AFC menetapkan Indonesia hanya memperoleh dua jatah untuk kompetisi antarklub Asia musim 2026-2027. Juara Super League 2025-2026 diproyeksikan tampil di babak playoff AFC Champions League 2, sedangkan tim peringkat kedua akan turun ke playoff AFC Challenge League.
Namun, situasi tersebut masih bisa berubah. Indonesia disebut berpotensi mendapat satu slot tambahan apabila ada klub dari negara lain yang gagal memenuhi verifikasi lisensi AFC atau jika Korea Utara kembali tidak mengirimkan wakilnya ke kompetisi Asia musim depan.
Kondisi itu membuka peluang besar bagi Persija untuk ikut bersaing di level kontinental meski tidak finis sebagai juara maupun runner-up liga.
Peluang Tambahan Slot Jadi Angin Segar bagi Indonesia
Dalam beberapa musim terakhir, Korea Utara memang diketahui tidak mengirimkan klub perwakilannya ke ajang antarklub AFC. Situasi tersebut berlangsung sejak pandemi Covid-19 merebak pada 2021.
Absennya wakil Korea Utara membuat AFC berpotensi melakukan redistribusi slot kepada negara lain yang dinilai layak berdasarkan ranking kompetisi domestik Asia.
Liga Indonesia sendiri kini berada dalam posisi yang cukup menguntungkan. Berdasarkan ranking kompetisi Asia terbaru, Indonesia berhasil menembus posisi ke-19 Asia setelah mengalami lonjakan signifikan dalam dua musim terakhir.
Peningkatan ranking tersebut menjadi faktor penting yang membuat Indonesia dinilai layak mendapatkan tambahan kuota kompetisi Asia.
Jika skenario itu terealisasi, maka tim peringkat ketiga Super League 2025-2026 berpeluang besar tampil di playoff AFC Challenge League 2026-2027. Posisi itu saat ini menjadi target realistis bagi Persija Jakarta.
Persija Dituntut Berbenah Jika Tampil di Asia
Meski peluang terbuka, Persija dinilai tidak bisa hanya mengandalkan status besar sebagai salah satu klub elite Indonesia. Tim ibu kota itu harus melakukan pembenahan menyeluruh apabila benar tampil di kompetisi Asia musim depan.
Evaluasi terhadap kedalaman skuad, konsistensi permainan, hingga pengalaman bertanding di level internasional menjadi pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan manajemen dan tim pelatih.
Sebagai salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia, Persija diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap di kompetisi Asia. Kehadiran Macan Kemayoran justru dituntut mampu mendongkrak prestasi sepak bola Indonesia di level kontinental.
“Sebagai perwakilan Indonesia di Asia, skuad Macan Kemayoran diharapkan melaju jauh demi meningkatkan ranking Indonesia di Asia,” demikian gambaran harapan besar terhadap Persija jika nantinya tampil di AFC Challenge League 2026-2027.
Persib dan Dewa United Jadi Tolok Ukur
Keberhasilan klub-klub Indonesia di kompetisi Asia musim 2025-2026 menjadi bukti bahwa wakil Tanah Air mulai mampu bersaing di level regional.
Persib Bandung tampil impresif dengan berhasil melaju hingga babak 16 besar AFC Champions League 2 2025-2026. Sementara itu, Dewa United juga menunjukkan performa solid setelah menembus perempatfinal AFC Challenge League.
Capaian dua klub tersebut menjadi faktor utama melonjaknya ranking Liga Indonesia di Asia. Dari sebelumnya berada di posisi ke-26, kini kompetisi domestik Indonesia naik ke peringkat 19 Asia.
Lonjakan ranking itu dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi klub Indonesia tampil di kompetisi Asia pada musim-musim berikutnya.
Keberhasilan Persib dan Dewa United pun kini menjadi standar baru yang diharapkan bisa diikuti Persija Jakarta jika benar mendapat kesempatan tampil di AFC Challenge League musim depan.
Ambisi Macan Kemayoran Menuju Panggung Asia
Bagi Persija, tampil di kompetisi Asia bukan sekadar prestise. Kesempatan itu juga menjadi momentum penting untuk mengembalikan reputasi klub di level internasional.
Dukungan besar dari Jakmania, kekuatan finansial klub, serta pengalaman panjang di kompetisi nasional menjadi modal penting untuk bersaing di AFC Challenge League.
Namun demikian, persaingan di Asia dipastikan tidak mudah. Klub-klub dari Asia Tengah, Asia Barat, hingga Asia Tenggara diprediksi tetap menjadi tantangan berat bagi wakil Indonesia.
Karena itu, Persija dituntut mempersiapkan skuad yang lebih kompetitif jika ingin berbicara banyak di kompetisi Asia musim depan.
Kini, harapan Macan Kemayoran tertuju pada keputusan akhir AFC terkait distribusi slot tambahan. Jika peluang itu benar-benar datang, maka Persija berkesempatan membuka lembaran baru di panggung sepak bola Asia pada musim 2026-2027.