JAKARTA – Tanggal 14 Mei menjadi salah satu hari bersejarah yang dipenuhi peristiwa penting dunia dan Indonesia, mulai dari perjuangan melawan penjajahan, momen krusial Perang Dunia II, percobaan pembunuhan Presiden Soekarno, hingga kelahiran pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.
Pada Kamis, 14 Mei 2026, yang juga bertepatan dengan libur nasional Kenaikan Yesus Kristus, sejumlah momentum bersejarah itu kembali menjadi pengingat tentang perjuangan, konflik global, dan perubahan peradaban yang terus memengaruhi dunia hingga saat ini.
Pangeran Amir Ditangkap Belanda
Salah satu catatan penting terjadi pada 14 Mei 1787 ketika pemerintah kolonial Belanda berhasil menangkap Pangeran Amir bin Sultan Kuning, tokoh penting Kesultanan Banjar yang dikenal menentang kekuasaan kolonial.
Pangeran Amir disebut memimpin ribuan pengikut dalam perlawanan bersenjata terhadap Belanda di wilayah Kalimantan. Setelah ditangkap, ia kemudian diasingkan ke Sri Lanka.
Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Banjar melawan kolonialisme. Sosok Pangeran Amir juga dikenal sebagai leluhur dari Pangeran Antasari, pahlawan nasional yang kemudian melanjutkan semangat perlawanan di Tanah Banjar.
Belanda Menyerah kepada Jerman
Tanggal yang sama pada tahun 1940 juga menjadi salah satu titik penting dalam Perang Dunia II. Setelah invasi militer Jerman Nazi yang dimulai pada 10 Mei 1940 ke Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Prancis, pemerintah Belanda akhirnya menyerah pada 14 Mei 1940.
Kekalahan tersebut mempercepat dominasi Jerman di kawasan Eropa Barat pada fase awal perang.
Perang Dunia II sendiri berlangsung sepanjang 1939 hingga 1945 dan tercatat sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia. Perang itu melibatkan puluhan negara dengan korban jiwa yang mencapai puluhan juta orang.
“Perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian tersebut menjadikan PD II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia,” demikian catatan sejarah yang dikutip dari berbagai sumber.
Selain menelan korban sipil dalam jumlah besar, perang tersebut juga dikenang karena tragedi Holocaust dan penggunaan senjata nuklir yang mengubah wajah peperangan modern.
Soekarno Lolos dari Upaya Pembunuhan
Di Indonesia, 14 Mei 1962 menjadi hari menegangkan bagi Presiden Soekarno. Saat itu Bung Karno tengah melaksanakan Salat Idul Adha di kawasan Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam momen tersebut, seorang pelaku yang dikaitkan dengan kelompok DI/TII melepaskan tembakan ke arah Presiden Soekarno. Namun peluru tidak mengenai sasaran dan justru melukai Zainul Arifin, Wakil Perdana Menteri RI sekaligus Ketua DPR-GR.
“Ketika itu pelaku melepaskan tembakan ke arah Soekarno, namun meleset dan melukai Zainul Arifin,” catat catatan sejarah.
Insiden itu menjadi salah satu ancaman serius terhadap stabilitas politik nasional pada era Demokrasi Terpimpin. Meski selamat, peristiwa tersebut memperlihatkan situasi keamanan dalam negeri yang masih bergejolak pada awal dekade 1960-an.
Lahirnya Pendiri Facebook
Sementara itu, dari dunia teknologi, 14 Mei 1984 menjadi hari kelahiran Mark Elliot Zuckerberg di White Plains, New York, Amerika Serikat.
Zuckerberg kemudian dikenal sebagai pendiri Facebook, platform media sosial yang mengubah cara manusia berkomunikasi di era digital. Bersama rekan-rekannya di Universitas Harvard, Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes, ia mengembangkan Facebook pada 2004 yang kini berada di bawah perusahaan Meta Platforms.
Perjalanan Zuckerberg menjadikannya salah satu tokoh teknologi paling berpengaruh di dunia. Majalah Time bahkan menobatkannya sebagai Person of the Year pada 2010.
Kisah suksesnya kerap dianggap sebagai simbol transformasi digital global, ketika sebuah proyek sederhana dari kamar asrama kampus mampu berkembang menjadi platform komunikasi yang digunakan miliaran orang di berbagai negara.
Refleksi Sejarah 14 Mei
Rangkaian peristiwa yang terjadi pada 14 Mei memperlihatkan bagaimana sejarah dibentuk oleh perjuangan, konflik, hingga inovasi teknologi.
Dari perlawanan rakyat Banjar terhadap penjajahan, dinamika Perang Dunia II, ancaman terhadap pemimpin negara, sampai revolusi media sosial modern, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia.
Momentum 14 Mei 2026 juga menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi cerminan yang dapat memberi pelajaran bagi masa kini dan masa depan, terutama di tengah tantangan geopolitik dan perkembangan teknologi yang terus berubah cepat.