JAKARTA – Warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat memperingati 78 tahun Nakba dengan pawai, demonstrasi, serta berbagai acara budaya.
Momentum ini dijadikan ajang untuk menegaskan komitmen terhadap hak kembali dan menyerukan pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.
Di Khan Yunis, Gaza selatan, Organisasi Pembebasan Palestina menggelar Festival Kepulangan Nasional di dekat Rumah Sakit Nasser. Para peserta membawa bendera Palestina, kunci simbolis, serta spanduk yang menolak penggusuran. Tarian rakyat tradisional seperti debke turut ditampilkan.
Abdurrahman al-Kurdi dari Komite Pengungsi Populer menegaskan, “Meskipun terjadi pembunuhan, penghancuran, kelaparan, dan pengusiran, kami tetap tinggal di tanah kami dan kami tidak akan pergi,” tegasnya, dilansir Anadolu, Selasa (12/5/2026)
Penulis Palestina Ahlam Abu Saud menambahkan bahwa kunci simbolis yang dibawa warga mewakili rumah-rumah yang ditinggalkan sejak 1948. “Dalam serangan Israel baru-baru ini, mereka mencoba mencabut kami lagi, tetapi kami berakar kuat di tanah ini,” ujarnya.
Di Kota Gaza, puluhan orang berunjuk rasa di depan kantor Palang Merah Internasional, menyoroti kondisi buruk tahanan Palestina. Abdullah Kandil dari Asosiasi Janji untuk Tahanan menyatakan, “Nakba Palestina tidak terbatas pada pengusiran dan penyitaan harta benda. Nakba terus berlanjut dalam berbagai bentuk. Salah satu contoh yang paling mencolok adalah situasi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.”
Sementara itu, di Tepi Barat, pawai digelar di Nablus, Tulkarm, dan Tubas. Warga meneriakkan slogan-slogan menegaskan akar perjuangan mereka. Gubernur Nablus, Ghassan Daglas, menekankan bahwa rakyat Palestina tidak akan melupakan Nakba dan hak-hak nasional mereka.
Menurut organisasi HAM, lebih dari 9.600 warga Palestina mengalami penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis di penjara Israel, menyebabkan puluhan tahanan meninggal dunia.
Peringatan Nakba yang jatuh setiap 15 Mei terus menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina terhadap pengusiran, pendudukan, dan penangkapan yang berlangsung sejak 1948.