JAKARTA – Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321, memulai uji coba pelayaran perdana (sea trial) di Italia. Kegiatan ini menandai pelayaran pertama kapal tersebut bersama kru baru di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, yang berlangsung pada Kamis (9/1/2026).
Sebelum memulai sea trial, Komandan KRI memimpin briefing mendalam kepada seluruh prajurit. Briefing menekankan pentingnya keselamatan, pembagian tugas jaga, serta tahapan pengujian yang akan dilakukan.
Selama pelayaran dari galangan Fincantieri menuju dermaga North Side Arsenale Italian Navy, pengujian difokuskan pada fungsi sistem utama kapal, termasuk sistem pendorongan, kemudi, navigasi, dan komunikasi internal. Kapal diuji pada berbagai tingkat kecepatan serta manuver beragam untuk mengenali karakteristik handling kapal sekaligus melatih koordinasi antar sektor, terutama antara anjungan dan ruang mesin.
Sea trial perdana ini juga menjadi kesempatan pembelajaran intensif bagi awak baru untuk menguasai prosedur operasional kapal secara terintegrasi dan profesional. Usai pelayaran, Komandan KRI memberikan evaluasi singkat dan menegaskan bahwa tahap awal ini menjadi fondasi penting dalam membangun soliditas tim serta penguasaan penuh terhadap kapal. Hasil pengujian menunjukkan kesiapan awal yang memuaskan dari para awak, yang akan terus ditingkatkan melalui serangkaian sea trial berikutnya hingga kapal dinyatakan sepenuhnya siap operasional.
KRI Prabu Siliwangi-321, kapal kedua jenis Multipurpose Combat Ship (MPCS/PPA) buatan Fincantieri setelah KRI Brawijaya-320, memperkuat armada tempur TNI AL sebagai unit terbesar dan paling canggih saat ini. Kapal ini dilengkapi teknologi mutakhir, sistem persenjataan canggih, serta kemampuan multi-misi untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
KRI: Kapal Perang Canggih untuk Pertahanan Maritim Indonesia
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bukti komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.
Proses sea trial ini menjadi langkah krusial menuju pengiriman kapal ke Tanah Air, yang diperkirakan akan semakin memperkokoh pertahanan maritim Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.