JAKARTA – Ketua Komisi Eropa (UE) Ursula von der Leyen menegaskan komitmen Uni Eropa untuk membantu pemulihan dan rekonstruksi Suriah. Pernyataan itu disampaikan setelah ia bertemu dengan Presiden Ahmed al-Sharaa di Damaskus, Jumat (9/1/2026).
Von der Leyen menjadi pejabat Uni Eropa berpangkat tertinggi yang berkunjung ke Suriah sejak penggulingan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Ia melakukan tur regional bersama Antonio Costa, Ketua Dewan Eropa. Kunjungan tersebut berlangsung di tengah bentrokan mematikan antara pasukan pemerintah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Aleppo, Suriah utara.
“Eropa akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi Suriah,” tulis von der Leyen di X, dilansir dari Hurriyet Daily News.
Suriah Bahas Kerja Sama
Pernyataan resmi kepresidenan Suriah menyebut kedua pihak membahas kerja sama rekonstruksi, isu kemanusiaan, serta masalah pengungsi di Eropa. Sehari sebelumnya, Uni Eropa dan Yordania mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen mendukung transisi damai dan inklusif yang dipimpin rakyat Suriah.
Suriah kini tengah menempuh jalan baru setelah bertahun-tahun perang yang berawal dari penindakan brutal terhadap protes pro-demokrasi pada 2011. Sejak penggulingan Assad, sejumlah pejabat Uni Eropa telah berkunjung ke Damaskus, sementara sanksi ekonomi yang diberlakukan di era Assad telah dicabut.
Pada Maret lalu, Uni Eropa menjanjikan bantuan hampir 2,5 miliar euro untuk Suriah pada 2025 dan 2026. Usai kunjungan ke Damaskus, von der Leyen dan Costa juga melanjutkan perjalanan ke Lebanon.