Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, akhirnya buka suara terkait polemik anggaran pengadaan sepatu program Sekolah Rakyat yang mencapai angka fantastis Rp27 miliar. Anggaran ini memicu kegaduhan setelah muncul dugaan bahwa harga per pasang sepatu dibanderol hingga Rp700.000.
Saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (3/5/2026), Gus Ipul menegaskan bahwa angka tersebut hanyalah perencanaan awal dan bukan harga final.
Janji Lelang Terbuka
Gus Ipul menjelaskan bahwa setiap anggaran kementerian harus melalui proses lelang terbuka yang transparan. Ia meyakini, melalui kompetisi vendor yang sehat, harga akhir yang didapat negara akan jauh lebih rendah dari pagu anggaran yang direncanakan.
“Angka itu masih perencanaan. Nanti setelah proses lelang terbuka, biasanya hasilnya bisa lebih murah,” ujar Gus Ipul, usai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kedung Cowek, Surabaya, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Ancaman Bagi “Pemain” di Kemensos
Tak main-main, mantan Wakil Gubernur Jatim ini memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya di Kementerian Sosial. Ia menekankan bahwa program prioritas Presiden ini harus bersih dari praktik lancung seperti lobi-lobi, titipan vendor, maupun rekayasa lelang.
“Saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen akan menjadi pihak pertama yang melaporkan teman-teman di Kemensos jika ada yang main-main, manipulasi, atau kongkalikong dalam pengadaan barang dan jasa,” ujarnya dengan nada tegas.
Klarifikasi Produsen Sepatu Lokal
Di sisi lain, polemik ini sempat menyeret merek sepatu lokal asal Surabaya, Stradenine. Foto produk mereka viral dikaitkan dengan harga Rp700 ribu tersebut. Sang pemilik, Reynaldi Daud, langsung memberikan klarifikasi melalui media sosial.
Reynaldi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah terlibat maupun menerima pesanan dalam proyek Sekolah Rakyat tersebut. Ia juga meluruskan bahwa harga asli sepatu miliknya jauh dari angka yang diributkan publik.
“Foto yang beredar memang artikel kami, tapi harganya hanya Rp179.900. Semua produk kami berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribuan saja,” ungkap Reynaldi melalui akun X miliknya.
Gus Ipul berharap masyarakat terus mengawal proses ini agar pengadaan sepatu untuk rakyat benar-benar tepat sasaran dan efisien tanpa ada penyimpangan anggaran.